Puisi: Di Musim yang Lain, Aku Kembali (Karya Ulfatin Ch.) Di Musim yang Lain, Aku Kembali Setahun kujelajahi hutan ini sepi belaka, tanpa penghuni Lalu kubangun rumah dekat sungai agar lebih mudah kukenali m…
Puisi: Sepenggal Rindu (Karya Ristiana Wang) Sepenggal Rindu Tak banyak yang kutahu tentangmu Tak banyak waktu yang kulalui bersamamu Namun kini ketika kau t'lah berlalu Tak mampu 'ku me…
Puisi: Tak Sempat Pulang ke Riau (Karya Taufik Ikram Jamil) Tak Sempat Pulang ke Riau megat sri rama tak sempat pulang ke riau sebab ajal menunggunya di kota terbilang bahkan untuk kembali tanpa kenang tanpa s…
Puisi: Sudut dalam Selimut (Karya Raden Siti Raihanah Ambarsari) Sudut dalam Selimut Pintu dibuka Deru tangis mulai menyapa Masanya telah tiba Yang tenggelam dalam sudut kematian 2024 Analisis Puisi : Puisi "S…
Puisi: Banda Aku (Karya Yvonne de Fretes) Banda Aku ( haiku ) biru dan laut kata dan desah menikam erat dada benteng Belgica berlayar malam semesta pun tersenyum pesta rakyat dan aku pane ju…
Puisi: Akankah Kita Seperti Ini (Karya Ehfrem Vyzty) Akankah Kita Seperti Ini Sungguh luar biasa Awal tahun sudah kehilangan arah Belum apa-apa Kita sudah disekat oleh jarak Realita berbicara tanpa nad…
Puisi: Tentang Penyair (Karya Ehfrem Vyzty) Tentang Penyair Penyair sering kali merangkai puisi tengah malam Dengan mata berdarah-darah Penyair sering kali bercinta lewat aksara Saat bulan kemb…
Puisi: Tamu Tak Tahu Diri (Karya Reinma) Tamu Tak Tahu Diri Bermuara asa Berlayar arungi Andaman Wajah sendu Kain kumal bau Syair pilu Ketuk pintu nurani Hangat uluran tangan tuan rumah Bua…
Puisi: Lakon Sedih di Malam Purnama (Karya Harijadi S. Hartowardojo) Lakon Sedih di Malam Purnama Bulan bercumbu kelelawar Kelelawar mencumbu bulan Pungguk mengantuk di telaga kering di beringin tumbang Awan secercah l…