Postingan

Puisi: Gracias A La Vida (Karya Mochtar Pabottingi)

Gracias A La Vida Camarku, camarku Kaukah yang menggurat luka Pada bianglala Kaukah yang merenggut bait-bait Dari musim. Menyebarkan sembilu Di udara…

Puisi: Tubir Jurang (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Tubir Jurang Di situ memang tempatnya Sekali badai tersekap dalam dinding jurang Di langit pun guntur terperangkap mendung Sekali itu mat…

Puisi: Jadilah (Karya Slamet Sukirnanto)

Jadilah Jadilah Tuah Mencari berkah Kelanangan Megah Ketika datang Mendaratkan rindu! Pekanbaru, Maret 1998 Sumber: Gergaji (…

Puisi: Mengenang Arief Budiman (Karya Gunoto Saparie)

Mengenang Arief Budiman salatiga mungkin lebih indah dari nirwana dan kau pun ingin terus di sini saja selama hayatmu yang fana bersama ko…

Puisi: Penjaga Rembulan di Pesisir (Karya Tjahjono Widarmanto)

Penjaga Rembulan di Pesisir hidup – desis-Mu pada daun luruh, - hanya riak ombak yang terdampar di pesisir pasir akan melukiskan telapak-telap…

Puisi: Sajak Semangka (Karya F. Rahardi)

Sajak Semangka         sebungkah semangka taiwan menggeliat dia bulat         manis                         dan besar kemungkinan tak berbiji…

Puisi: Kembang-Kembang yang (Karya F. Rahardi)

Kembang-Kembang yang... kuning pasti tidak merah pasti tidak hijau tidak putih tidak coklat inilah itu kembang-kembang yang harum yang i…

Puisi: Surat Cinta (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Surat Cinta Kuputuskan sesobek pengkhianatan yang cantik, saat aku mesti tinggal untuk sebuah nafsu. dengar…

Puisi: Hikayat Bulan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Hikayat Bulan Itukah wajah kekasihmu? bergantung dalam kesepian. bertahun-tahun menangis dan muram: berjalan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.