Postingan

Puisi: Sketsa Sebuah Siang (Karya Lazuardi Adi Sage)

Sketsa Sebuah Siang Bocah bocah main bola di lapangan aku mengukir sebuah sajak di tembok bocah bocah menendang bola di lapangan aku membidik sebuah …

Puisi: Hal-Hal yang Lahir dari Rindu (Karya Moh. Ghufron Cholid)

Hal-Hal yang Lahir dari Rindu Sudah berapa lama kau memandu cinta Seumur pelangi Atau sudah hitungan windu Ada hal-hal yang lahir dari rindu Yang tak…

Puisi: Kwatrin Akhir Tahun (Karya Gunoto Saparie)

Kwatrin Akhir Tahun haruskah tersedu atau tersedan ketika akhir tahun hanya hampa? semua mengabut, mimpi dan cita-cita di cermin buram tiada lagi par…

Puisi: Gerabah (Karya Nirwan Dewanto)

Gerabah Ia ingat berbulir pasir dan berhelai rambut perempuan dan pecahan cangkang kerang yang menyusup ke jasadnya membuatnya selalu terjaga di dasa…

Puisi: Semut Kehilangan Manusia (Karya Handrawan Nadesul)

Semut Kehilangan Manusia Di Dalam Roti Ketika mati semut melihat betapa sebuah surga Tapi ke sana ia tak pernah sampai merasa suka Surga semut hanya …

Puisi: Sebuah Malam (Karya Badjuri Doellah Joesro)

Sebuah Malam Sebuah perempatan kota Ada bara api dan sekerumun kuli Aku di antaranya. Memecah malam dalam gelak tawa Memecah dingin pa…

Puisi: Zaman Edan (Karya Diah Hadaning)

Zaman Edan O zaman, yang berjalan di atas zaman ketika hati sulit menjadi taman ketika nadi sulit menjadi urat pelangi kabarkanlah p…

Puisi: Purnama (Karya Kurnia Effendi)

Purnama – dari  penyair rumah anggit kepada penyair sahaja Ia berjalan lambat ke barat Dengan puisi di tangan, di antara kapas-kapas awan Pada akhir …

Puisi: Kaulihat Saya (Karya Adri Darmadji Woko)

Kaulihat Saya waktu mandi, Kaulihat saya, ya tidak waktu berak, Kaulihat saya, ya tidak waktu bersetubuh, Kaulihat saya, saya lupa Kau waktu tidur, K…
© Sepenuhnya. All rights reserved.