Postingan

Puisi: Bayangan Wungu (Karya Toeti Heraty)

Bayangan Wungu bayangan wungu di sana-sini         pada tubuhnya adalah tanda-tanda bahwa ia         hidup karena derita         tertunduk k…

Puisi: Sungai Iowa (Karya Toeti Heraty)

Sungai Iowa kemabukan nyata dalam ulangan-ulangan mesra tubuh yang ganas akhirnya puas-lega kendali tak beralasan, takjub yang meriah sentuhan yang m…

Puisi: Sia-Sia (Karya Toeti Heraty)

Sia-Sia dari jendela jelas     merayap menjenguk di lereng atap     cerah lingkarkan pilu     meredup hatiku bulan tenang —     sindir-menyindir dema…

Puisi: Dialog (Karya Toeti Heraty)

Dialog di atas meja         antara mereka berdua         vas besar dengan kembang-kembang         kembang-kertas menutupi pandang         bellum ada …

Puisi: Pintu Kaca (Karya Slamet Kuntohaditomo)

Pintu Kaca Sahabatku mandor belanda telah menciptakan di antara letak jambangan-jambangan bunga plastik. Misalnya ditanam dalam ruangan apa perlu pen…

Puisi: Semesta (Karya Laeli Nurfadilah)

Semesta Sang surya mulai tenggelam Kini bulan menggantikannya bersinar Semesta begitu sunyi malam ini Membuat suara di kepala Terdengar berisik amat …

Puisi: Siapakah Mengetuk Jendela Kamar (Karya Gunoto Saparie)

Siapakah Mengetuk Jendela Kamar siapakah mengetuk jendela kamar? siapakah menggangguku di larut malam? barangkali engkau menggigil kedinginan di luar…

Puisi: Ramadhan (Karya Damiri Mahmud)

Ramadhan panaskan aku di tungku perapian ini biar terbakar lapar pupus haus menjalar seluruh pori panaskan badan di tungku mengelegak kobaran api bia…

Puisi: Di Puncak Gunung Bibi (Karya Iman Budhi Santosa)

Di Puncak Gunung Bibi Masih tergenggam erat etika dan tatakrama Jawa bagi Merapi, hingga setiap kali terbatuk tak menyemburkan dahak dan liurnya ke t…
© Sepenuhnya. All rights reserved.