Puisi: Permata Zamrud di Khatulistiwa (Karya Sitor Situmorang) Permata Zamrud di Khatulistiwa Sejam berlayar dari Ternate sini di seberang sana di Sidangoli terdapat kilang plywood kebanggaan kecamatan …
Puisi: Jangan Bertanya (Karya Sitor Situmorang) Jangan Bertanya Beribu malam seperti ini telah lalu Bersama bintang-bintang tenggelam Tapi buat kau dan aku …
Puisi: Sajak Seorang Prajurit (Karya Suminto A. Sayuti) Sajak Seorang Prajurit (seorang prajurit telah meninggalkan pabarisan sebab sebuah keyakinan bersarang di kalbunya: orang tak harus menang) palangan …
Puisi: Biksu Tak Berjubah (Karya Sitor Situmorang) Biksu Tak Berjubah Taklukkan kota Paris mimpiku dulu angan-angan muda: menggegerkan langit! Tapi langit bisu saja. Paris pun jadi tua Di kesunyianny…
Puisi: Gema Sumpah Pemuda (Karya Sitor Situmorang) Gema Sumpah Pemuda Satu Bahasa: Jiwa Merdeka Satu Semangat: Peri-Kemanusian Terpadu dalam getaran jiwa Sumba…
Puisi: Rumah Kata (Karya Suminto A. Sayuti) Rumah Kata Kembali ke rumah kata. Kembali ke rumah cinta Siapa menunggumu. Putik kembang bertaburan di pembaringan Harum pun menyisir…
Puisi: Lukisan dalam Lukisan (Karya Sitor Situmorang) Lukisan dalam Lukisan ( untuk Srihadi dan Farida ) Lukisan ini sejeput sajen kembang di daun pisang t…
Puisi: Syair Embun Pagi (Karya Suminto A. Sayuti) Syair Embun Pagi Hangat matahari. Kehendak pun tak pernah henti Lalu, mata pun cucuk daun. Menghirup embun pagi Jalan pun terbuka. Menuju cakrawala K…
Puisi: Bangun (Karya Sitor Situmorang) Bangun Tidurnya: kejalangan perempuan Bangunnya: kesepian disugukan , Racun menyebar di tubuh, Tak ada yan…