Postingan

Puisi: Melintasi Selat Sunda (Karya F. Rahardi)

Melintasi Selat Sunda Awan comulus hitam gugusan para kampret bergerak dalam derap lagu-lagu mars Semangat nyali harapan-harapan bahkan impian se…

Puisi: Kota Cahaya (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Kota Cahaya (tanjungkarang-telukbetung) (satu)   sebuah kota cahaya lahir di wajahmu aku pun singgah. jika diperkenankan aku hendak mendirikan rumah …

Puisi: Malam di Gang Manisan (Karya F. Rahardi)

Malam di Gang Manisan tentu sedang dipasang sebuah lampu di kamar itu oleh penghuninya pasti; sebab tak mungkin matahari terkurung di te…

Puisi: Perjalanan Pelaut (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Perjalanan Pelaut karena laut mengajarkan rahasia badai aku pun setia berlayar. dari pulau asing ke pulau asing aku tebarkan benih pelaut …

Puisi: Perjalanan Melayu (Karya Slamet Sukirnanto)

Perjalanan Melayu Di antara dua pelabuhan Situlang Laut dan Batu Ampar Terus teranglah Murat Kau nakhoda pelaut sejati Atau hanya penumpa…

Puisi: Membaca Bahasa Sunyi (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Membaca Bahasa Sunyi Seperti kayu aku ikhlas dibakar dari waktu ke waktu. tubuhku hitam menjadi arang. Lebur dalam bara dan abu di dasar …

Puisi: Ziarah (Karya Gunoto Saparie)

Ziarah epitaf pun kabur dan berdebu bunga-bunga pun tertabur, dinda, di pusaramu telah lama, telah lama, kau tiada dan kulupa - mulut pun be…

Puisi: Ada Daun Gugur (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Ada Daun Gugur ada daun gugur dekat pintu rumahku dan warna kuningnya mengabarkan dunia yang pecah lewat tanah-tanah hatiku gemetar …

Puisi: Ah Diamlah (Karya:F. Rahardi)

Ah Diamlah sudah malam, aku cape kalau terus-terusan digigit-gigit, ditarik-tarik disendal-sendal, manusiakah aku ini? jadi kau anggap manusiakah aku…
© Sepenuhnya. All rights reserved.