Postingan

Puisi: Gereja Peterongan (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Gereja Peterongan Hening! Suasana Eropawi dipersuci koleksi antik Kau bukan jemaah Katholik. Hanya musafir asing Melihat dan menghayati. Iman butuh p…

Puisi: Kalender Musim Kemarau (Karya N. A. Hadian)

Kalender Musim Kemarau Sekiranya kau bukan aku di kamar ini seorang diri dengan sepasang pisau taklah sengeri bercakap dengan puisi sebab peristiwaku…

Puisi: Peristiwa (Karya Rivai Apin)

Peristiwa Malam membenamkan aku ke gang-gang Dan dari aku, dia tidak akan dapat tantangan. Aku tahu, kapal-kapal telah berangkat Dan tidak…

Puisi: Sajak Tangga (Karya Taufiq Ismail)

Sajak Tangga Empat puluh sembilan tangga kemiskinan Hari panas Lima puluh sembilan tangga kemiskinan Hari…

Puisi: Sukabumi (Karya Rahman Arge)

Sukabumi Jika anda digoda mati Karena tak suka pada bumi Datanglah ke Sukabumi Konon untuk menimbun sunyi 1972 Sumber: Horison  (Mei, 1974) Analisis …

Puisi: Matahari Menepi (Karya Sapardi Djoko Damono)

Matahari Menepi (1) matahari menepi. Ketika udara memadat tiba-tiba "Siapa mengajarmu menatapku begitu?"  Matahari Menepi (2) ketika udara …

Puisi: Petatah Petitih Baru (Karya Taufiq Ismail)

Petatah Petitih Baru Mata Gajah di seberang lautan tak tampak Kuman di pelupuk mata juga tak tampak Humas Menepuk air di dulang Terp…

Puisi: Rinduku (Karya Upita Agustine)

Rinduku Rinduku rindu Hutan belantara yang digunduli bersama Rinduku rindu Air serasah yang menyusut di perbukitan Rinduku rindu Le…

Puisi: Bola Berguling di Bawah Panas Matahari (Karya Taufiq Ismail)

Bola Berguling di Bawah Panas Matahari Di antara orang-orang baik hati duduk pencopet  dalam kendaraan ini Agama telah dijadikan bus tua …
© Sepenuhnya. All rights reserved.