Postingan

Puisi: Nenek Moyang (Karya Susy Ayu)

Nenek Moyang berawal dari kera yang bisa berjalan tegak tangannya jadi menganggur mulai menggengam tongkat dan batu membuat Darwin sok tahu 21 Oktobe…

Puisi: Sihir Mawar Hitam (Karya Esti Rahayu Utami)

Sihir Mawar Hitam lembah unik sungai efrat ungu-hitam kelopak itu anthocyanin menyihirnya mawar hitam liar ia merekah di langit gelap saat sebagian m…

Puisi: Seseorang yang Menyalakan Lampu (Karya Fitri Yani)

Seseorang yang Menyalakan Lampu maaf, di tiap degup jantungku aku gagal mengingatmu selalu, Tuan sebab yang lekat kuingat tak hanya nama, al…

Puisi: Suara Malam (Karya Dwiarti Mardjono)

Suara Malam bukanlah daerahnya kini di mana api terlalu bersombong diri tiada huma semayam yang tenang bertumpunya cinta bertumpunya cita datang juga…

Puisi: Rindu (Karya Weni Suryandari)

Rindu Sepanjang jalan Bulan berkabut pilu Menggiring rindu Kenangan menyergap Pada mata basah jantungku pecah 2015 Sumber:  Suara Karya (12 April 201…

Puisi: Senyum dari Balik Tangisan (Karya Kliwon Mansi)

Senyum dari Balik Tangisan Saat kuintip jendela wajah telah tumpah hidup: air mata dan memasang wajah kecil suka beradu nasib sesudah tersimpan rasa …

Puisi: Tanpa Lily (Karya Galuh Duti)

Tanpa Lily satu pot eforbia kecil di bawah jendela abaikan nyanyian keladi di antara dersik angin duri-durinya bukan untuk luka dia hendak menangkap …

Puisi: Akulah yang Kalah (Karya Husin Dunggio)

Akulah yang Kalah Dalam heningnya malam yang menghanyutkanku di samudra kesendirian, hingga terperangkap di pusaran hati yang sepi menenggelamkanku k…

Puisi: Mampus Aku Dikutuk Kangen (Karya Tjahjono Widarmanto)

Mampus Aku Dikutuk Kangen! kucoba kembali melacak lekuk-lekuk urat tubuhmu kulitmu pualam berkilau bersama sisa peluh saat lenguh meninggalkan dengus…
© Sepenuhnya. All rights reserved.