Rindu
Sepanjang jalan
Bulan berkabut pilu
Menggiring rindu
Kenangan menyergap
Pada mata basah
jantungku pecah
2015
Sumber: Suara Karya (12 April 2015)
Analisis Puisi:
Puisi "Rindu" karya Weni Suryandari adalah karya yang singkat namun padat, menggambarkan suasana yang penuh emosi dan keheningan.
Kesederhanaan Ekspresi: Puisi ini mencirikan kesederhanaan dalam ekspresi. Dengan hanya beberapa baris, penyair berhasil menyampaikan gambaran tentang perasaan rindu.
Setting Romantis: Gambaran bulan yang berkabut pilu menunjukkan setting yang romantis dan melankolis. Bulan sering kali dianggap simbol cinta dan keindahan, tetapi dalam konteks puisi ini, juga mencirikan suasana yang melibatkan kepedihan atau kesedihan.
Penggunaan Kata "Rindu": Kata "rindu" menjadi pusat perhatian dalam puisi ini. Penyair menyajikannya sebagai pengalaman yang sangat mendalam dan mampu "menggiring" perasaan yang kuat.
Kenangan yang Menyergap: Kata-kata "kenangan menyergap" menunjukkan bahwa rindu muncul secara tiba-tiba dan kuat. Kenangan tersebut mungkin datang seperti gelombang yang tidak dapat dihindari, membanjiri hati dan meruntuhkan ketenangan.
Mata Basah dan Jantung yang Pecah: Penggambaran "mata basah" dan "jantungku pecah" memberikan gambaran fisik dan emosional dari dampak rindu. Ini memberikan dimensi nyata pada pengalaman emosional yang diungkapkan.
Puisi "Rindu" menghadirkan gambaran singkat namun kuat tentang perasaan rindu. Dengan menggunakan kata-kata yang sederhana, Weni Suryandari berhasil menggambarkan intensitas emosi yang terlibat dalam menghadapi rindu. Puisi ini mengajak pembaca merenungi kompleksitas perasaan manusia dalam menghadapi kehilangan atau jarak, menciptakan karya yang menarik dan penuh makna.
Karya: Weni Suryandari
Biodata Weni Suryandari:
- Weni Suryandari lahir pada tanggal 4 Februari 1966 di Surabaya, Indonesia.
