Puisi: Pintu (Karya Korrie Layun Rampan) Pintu ( 1 ) Pintu biru diketuk dari luar Siapakah yang berdiri di situ Dengan suara yang lirih samar Kujenguk dari jendela bersama angin gemetar Hany…
Puisi: Pintu (Karya Muhammad Haji Salleh) Pintu pada peluang pertama dia menyingkirkan linkung riuh dan menanggalkan tuntutan, manakala akal tidak menentang dan berbalahan menguatkan arah. Ya…
Puisi: Lepaskan Burung-Burung (Karya Abrar Yusra) Lepaskan Burung-Burung Kata-kata, hangatnya burung hidup di genggaman, lepaskan, lepaskan burung hidup di genggaman tanganmu: Lepaska…
Puisi: Demokrasi (Karya Melki Deni) Demokrasi Apakah engkau percaya dan masih mengagumi demokrasi, kekasihku? Sebab sesungguhnya demokrasi adalah negara yang dipimpin oleh kita, dari ki…
Puisi: Memelihara Lautan Matahari (Karya Ari Setya Ardhi) Memelihara Lautan Matahari matahari perkawinan telah membakar jasad cinta, melunaskan pertengkaran masa lalu, melebur nurani kita dalam kekekalan lau…
Puisi: Gadis Main Piano (Karya Mahbub Djunaidi) Gadis Main Piano Kenangan di Aula SMA 1-B Mengembang bulan di langit kelabu Gadis asyik bermain sendiri Di luar kemuning gemersik lagu Membuat irama …
Puisi: Dalam Kirai Sayap Waktu (Karya Korrie Layun Rampan) Dalam Kirai Sayap Waktu Dalam kirai sayap waktu Engkaukah di situ Suara samar lirih Seakan-akan merangkai tasbih Gugusan kebun apel Suara serangga Me…
Puisi: Cara Cinta Mengekalkan Luka-Luka (Karya Ehfrem Vyzty) Cara Cinta Mengekalkan Luka-Luka Berusaha meniadakan duri pada sebatang mawar adalah cara paling ampuh cinta mengadakan sejuta kenangan tanpa luka-lu…
Puisi: Piagam Harapan (Karya Taufik Ikram Jamil) Piagam Harapan putus asa mengintip kami dari pagi padahal telah kami kirim rupa-rupa kecewa lewat kapal-kapal niaga sejak semalam tinggal harapan ber…