Puisi: Kita Nonton Ketoprak (Karya Bambang Sarwono) Kita Nonton Ketoprak ketoprak jawa lain dengan ketoprak jakarta ketoprak jakarta tangsal perut, made in jawa santapan jiwa. bayangkan sebuah panggung…
Puisi: Empat Puluh Lima? (Karya Bambang Sarwono) Empat Puluh Lima? kita bikin kemerdekaan! kemerdekaan adalah kita-kita yang selalu unggul dalam perang! atau kita lumat sama sekali menjadi mati? ah,…
Puisi: Hidup (Karya M. Nurgani Asyik) Hidup Tanyalah, siapa terus menerus terkungkung matahari jadi jarum jam melindas tak perduli kaki siapakah tertanam di tanah kering dengan …
Puisi: Antara Dewa dan Manusia (Karya Melika) Antara Dewa dan Manusia Dewa yang agung Nan besar, namun keji Menghukumku atas sesuatu Yang tidak kupahami Inikah keadilan? Tapi aku… Aku hanya sekad…
Puisi: Bintang (Karya Kamilia Salsabila) Bintang Perenungan mengajakku berkeliling menyelami ikatan setiap bintang Mereka yang telah berdampingan berdua Terwujud bintang berpendar semakin te…
Puisi: Trotoar Jalan (Karya Pramesetya Aniendita) Trotoar Jalan Trotoar jalan ini tak asing bagi hujan, ia selalu tiba dengan langkah pelan. Mengusap tikar plastik yang dijadikan ranjang, mengusap pi…
Puisi: Bella (Karya Melika) Bella Ayah memberiku boneka Cantik, kuberi nama Bella Aku membawanya ke taman Dengan teman sebuah buku petualang Kupakaikan gaun berwarna toska Indah…
Puisi: Tanpa Sisa Rasa Sesal (Karya Amanda Amalia Putri) Tanpa Sisa Rasa Sesal Aku hanya ingin membagi rasa bahagia ini denganmu bukan dengan cara menyakiti Mati-matian aku mencintaimu Belum sempat sembuh s…
Puisi: Hati Ibu (Karya Melika) Hati Ibu Hati ibu selalu biru Seperti warna kesukaanku, aku mengenali itu Hati ibu seperti kertas Di atasnya aku tuliskan hal-hal indah Hati ibu adal…