Postingan

Puisi: Rumah yang Belajar Sunyi (Karya Wardiham)

Rumah yang Belajar Sunyi Sejak keberangkatan itu, kursi di ujung meja tak lagi ditarik tergesa-gesa. Tak ada suara pintu yang terbuka menjelang siang…

Puisi: Siapa Dia? (Karya Sydney F)

Siapa Dia? Di pemakaman aku bertemu pemakai jubah hitam. Siapa dia? Tiada orang yang kenal. Aku bertanya pada siapapun sebisanya. Berpecah di antara …

Puisi: Diam (Karya Kamilia Salsabila)

Diam Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda persetujuan Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda penerimaan Sudah sampaikah k…

Puisi: Sepasang Mata Pinjaman (Karya Sydney F)

Sepasang Mata Pinjaman Pepohonan tertidur pulas di sepasang mata pinjaman. Mata yang dipinjam oleh bidadari kayangan. Tidak pernah dikembalikan. Jadi…

Puisi: Tuai Maaf untuk Tuhanku (Karya Fairuz Athaillah Ahmad Zakky)

Tuai Maaf untuk Tuhanku Kutawar waktu Saat diri dirudung ragu Tuhan menuliskan garis hidup Surga jauh di atas hunian malaikat Hembusan nafas Nikmat m…

Puisi: Nadi Sang Penjaga Akhlak (Karya Chamdah)

Nadi Sang Penjaga Akhlak Di balik gerbang Guru akhlak menangis dalam diam Melihat ironi kehidupan sang anak yang datang tanpa salam Sang guru, berlar…

Puisi: Jeda (Karya Kamilia Salsabila)

Jeda Pada hakikatnya setiap yang berkepanjangan perlu jeda Lantaran itu tanda koma terselip di kalimat panjang Sebab berkat jeda fragmen berserak ber…

Puisi: Gugurnya Tonggak Masa Depan (Karya Chamdah)

Gugurnya Tonggak Masa Depan Suara kapur tulis menjelma menjadi papan tak bersuara Tamparan tongkat panjang tak lagi berbunyi di kala riuh bergema, kh…

Puisi: Padi Tak Lagi Menguning (Karya Tri Rahmawati)

Padi Tak Lagi Menguning Dulu hamparan emas terbentang luas Padi menguning Tanda berkat semesta menyapa Janji rezeki setiap nyawa Kini angin berhembus…
© Sepenuhnya. All rights reserved.