Postingan

Puisi: Pringsewu (Karya Husnul Khuluqi)

Pringsewu di Pringsewu aku sendiri dihadang remang magrib lampu-lampu padam dan aku kehilangan arah mata angin hanya kepak walet di udara berbondong-…

Puisi: Tsunami Dua (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Tsunami Dua tsunami dua terbungkus di karduskardus teronggok di bandara persinggahan angin terus menghitung poskoposko tapi kapal bisu di pertapaan l…

Puisi: Surat Luka buat Yvonne (Karya Widodo Arumdono)

Surat Luka buat Yvonne yvonne. di antara taman wijaya kusuma bunga lily daunnya berguguran perlahan berubah warna pada gugusan cuaca luka tanah basah…

Puisi: Kukirimkan Engkau ke Negeri Mimpi (Karya Syaukani Al Karim)

Kukirimkan Engkau ke Negeri Mimpi anak-anakku: AAA, SSS, APGS, dan FAYA Kukirimkan engkau ke negeri mimpi, tanah yang disenandungkan setiap bunda, Mu…

Puisi: Penunggu Embun (Karya Nurhayat Arif Permana)

Penunggu Embun sudah dapat dia lihat kembali embun itu meneteskan serbuk sarinya ke setiap helai daun pada kelopakkelopak mahligai bunga dinihari tel…

Puisi: Di Negeri Sunyi (Karya Sondri BS)

Di Negeri Sunyi Bila perihmu menganga dalam luka matahari di negeri sunyi, siapapun yang kau tunggu, ia telah lewat meninggalkan sekelebat angin semb…

Puisi: Jalan Setapak (Karya Husnul Khuluqi)

Jalan Setapak jalan setapak itu telah menggambar tubuhmu setiap pagi datang menubi, keringatmu meleleh di antara rumput-rumput liar dan pohon-pohon b…

Puisi: Merdeka, Kini dan Nanti (Karya Akhmad Suryadi)

Merdeka, Kini dan Nanti Merdeka ini adalah upaya yang tak kenal lelah Usaha yang tak pernah menyerah Merdeka ini adalah cucuran keringat dan darah Ya…

Perbandingan Stilistika dalam Dongeng Anjing Pembayar Hutang dan Cerpen Dua Teman

Oleh Wulan Darma Putri Sastra anak tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana penerapan nilai moral dan sosial kepada pembacanya. Dala…
© Sepenuhnya. All rights reserved.