Postingan

Puisi: Pulanglah Bocahku, Kata Ibumu (Karya Sondri BS)

Pulanglah Bocahku, Kata Ibumu Apakah kau pulang bersama angin, berpusar ke dalam waktu yang tak ada, dan ada hanyalah bayangan tangan manusia terulur…

Puisi: Tamu (Karya Husnul Khuluqi)

Tamu buka selalu pintu rumahmu dan sediakan sebuah kursi tamu bagi yang datang mengunjungimu dengarlah ceritanya tentang duka dan hari-harinya jangan…

Puisi: Senja di Kotabaru (Karya Rahmat Akbar)

Senja di Kotabaru Senja di Kotabaru Kulihat jendela laut Yang mengambang di antara peradaban Kalender wisata terbuka Ramai mereka di darat Sepi terla…

Puisi: Segala Telah Tertulis Atas Nama Cinta (Karya Widodo Arumdono)

Segala Telah Tertulis Atas Nama Cinta segala telah tertulis atas nama Cinta batu bulan meloncar gerhana menakik berat titik langit kelu-Mu di lidah a…

Puisi: Kita Luka (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Kita Luka di dadamu matahari terbit tenggelam sepanjang hari memanasi dapur. kibaran dasi menusuk hati pabrik-pabrik tak berhati. hari ini yang terte…

Puisi: Cangkang (Karya Nurhayat Arif Permana)

Cangkang ; isteriku coba kerjapkan mata terbuka kehidupan purba lahirkan kodrat ayo julurkan tangan meretas liat-rekat gumpalan keniscayaan jaga kodr…

Puisi: Pringsewu (Karya Husnul Khuluqi)

Pringsewu di Pringsewu aku sendiri dihadang remang magrib lampu-lampu padam dan aku kehilangan arah mata angin hanya kepak walet di udara berbondong-…

Puisi: Tsunami Dua (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Tsunami Dua tsunami dua terbungkus di karduskardus teronggok di bandara persinggahan angin terus menghitung poskoposko tapi kapal bisu di pertapaan l…

Puisi: Surat Luka buat Yvonne (Karya Widodo Arumdono)

Surat Luka buat Yvonne yvonne. di antara taman wijaya kusuma bunga lily daunnya berguguran perlahan berubah warna pada gugusan cuaca luka tanah basah…
© Sepenuhnya. All rights reserved.