Postingan

Puisi: Bunga Gugur (Karya Abdul Hadi WM)

Bunga Gugur Gerimis pecah berderai seperti airmataku Bunga lepas dari tangkai gugur dan layu Di ufuk …

Puisi: Berpalinglah Kiranya (Karya W.S. Rendra)

Berpalinglah Kiranya (Tentang seorang pengemis yang terlalu) Berpalinglah kiranya mengapa tiada kunjung juga? muka dengan parit-…

Puisi: Amsal Seekor Kucing (Karya Abdul Hadi WM)

Amsal Seekor Kucing Selalu tak dapat kulihat kau dengan jelas padahal aku tidak rabun dan kau tidak pula berca…

Puisi: Doa di Jakarta (Karya W.S. Rendra)

Doa di Jakarta Tuhan yang Maha Esa, alangkah tegangnya melihat hidup yang tergadai, fikiran yang dipabrikkan, dan masyarakat yang diternakk…

Puisi: Lelaki yang Luka (Karya W.S. Rendra)

Lelaki yang Luka Lelaki yang luka biarkan ia pergi, Mama! Akan disatukan dirinya dengan angin gunung. Sempoyongan tubuh kerbau menyobek p…

Puisi: Prelude (Karya Abdul Hadi WM)

Prelude (1) Di atas laut. Bulan perak bergetar suhu pun melompat Di bandar kecil itu. Aku pun dapat menerka…

Puisi: Ya, Bapa (Karya W.S. Rendra)

Ya, Bapa Malam begini ia datang: itu, dosa itu, merasuki dada. Pecah semua. Pecah semua. Wajah Bapa di pigura, jantung dengan mah…

Puisi: Lagu Biasa (Karya Abdul Hadi WM)

Lagu Biasa Musik jazz yang tenang dengan kalimat-kalimat Chu Yuan yang masih berdebat Riung Gunung, kabut Puncak dan aku malam ini Punya la…

Puisi: Tentang Seorang Gadis (Karya W.S. Rendra)

Tentang Seorang Gadis Jelita yang kaya pergi menjalang bau minyak wangi di remang ruang dan kekeh kekeh yang gersang Jelita yang kaya punya banyak ar…
© Sepenuhnya. All rights reserved.