Postingan

Puisi: Pengadilan Jalanan (Karya Aspar Paturusi)

Pengadilan Jalanan lelaki renta itu berjalan pelan di trotoar mobil dan motor melaju kencang di jalanan tak ada yang mengalah bagai di arena…

Puisi: Dua Butir Benih (Karya Fitri Yani)

Dua Butir Benih perempuan menebar sebutir benih berwarna putih di tanah benih itu tertidur lelap dan bermimpi bertemu seorang…

Puisi: Di Prosenium (Karya Goenawan Mohamad)

Di Prosenium They live their lives in sad cafes and music halls - Janis Ian. Di kursinya yang hitam, ia masih belum juga ber…

Puisi: Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari (Karya Sapardi Djoko Damono)

Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di  belakang …

Puisi: Mendengar Radiohead (Kary: M. Aan Mansyur)

Mendengar Radiohead Aku ingin belajar menangis tanpa air mata, perasan perasaan- perasaan yang lembap. Aku percaya ada perihal semacam itu; peri yang…

Puisi: Sungai Mekong (Karya Abdul Latiff Mohidin)

Sungai Mekong (1) Sungai Mekong, kupilih namamu kerna aku begitu sepi kau kubenamkan dadaku ke dasarmu kaki kananku ke bulan kaki kiriku ke matari ka…

Puisi: Hancur di Jalanan (Karya Elfindha Yuliana R)

Hancur di Jalanan Di sudut jembatan kota Kulihat insan yang sangat tua renta Mencari sesuap nasi tanpa kata Rupanya ia hanya bisa meminum air mata Re…

Puisi: Jika Aku Jatuh Cinta (Karya Sayyid Qutb)

Jika Aku Jatuh Cinta Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kek…

Puisi: Aku Minta kepada Allah (Karya Sayyid Qutb)

Aku Minta kepada Allah Aku minta kepada Allah setangkai bunga segar, Namun Dia memberiku kaktus berduri. Ak…
© Sepenuhnya. All rights reserved.