Postingan

Puisi: Yang Terbaring Jemu (Karya S.M. Ardan)

Yang Terbaring Jemu Kawan, turunkan mata ! Usapkan jari pada kuntum berdebu Kuyu disejuk samudra embun Per…

Puisi: Serenada Sulfatara (Karya Catur Stanis)

Serenada Sulfatara Tataplah matamu ke utara tempat dimana sang raksasa mendendangkan nyanyian sulfatara menyungging senyum erupsi…

Puisi: Lingkungan Kita Si Mulut Besar (Karya Wiji Thukul)

Lingkungan Kita Si Mulut Besar lingkungan kita si mulut besar dihuni lintah-lintah yang kenyang menghisap darah keringat tetangga da…

Puisi: Paradoks Abadi (Karya Melki Deni)

Paradoks Abadi Bukankah cinta kita selalu dianugerahi paradoks abadi, cintaku? Seperti waktu berjalan sambung-menyambung, entah linear entah siklis, …

Puisi: Keindahan (Karya Gunoto Saparie)

Keindahan keindahan puisi keindahan lukisan keindahan kematian benarkah tiada arti? keindahan mungkin fana bagaikan usia kita keindahan mungkin sia-s…

Puisi: Patung (Karya Ook Nugroho)

Patung Aku hanya akan memandangmu Menjangkaumu lenganku tak sampai Kau datang dari khazanah yang lain Yang jauh, bahasamu luput kupahami Jadi aku han…

Puisi: Sang Pejalan (Karya Gunoto Saparie)

Sang Pejalan aku ternyata telah berjalan jauh hampir enam puluh tujuh tahun melintasi desa, bukit, dan lembah melewati kota, gang, dan perkampungan b…

Puisi: Orang Baru (Karya S.M. Ardan)

Orang Baru Kami pergi pada mereka yang berpacu Lari dari kau dan dekapan para pencumbu Bintang berjatuhan, kami terus berjalan …

Puisi: Malam di Sebuah Surau Tua (Karya Gunoto Saparie)

Malam di Sebuah Surau Tua aku pun singgah di sebuah surau tua melepaskan penat seusai perjalanan panjang aku hanya musafir lanjut usia penuh…
© Sepenuhnya. All rights reserved.