Postingan

Puisi: Anak (Karya Idrus Tintin)

Anak Ketika engkau tersedak dalam buaian aku kecilkan suara radio yang sedang mengalunkan lagu Pe Ramli yang paling kusuka Engkau laks…

Puisi: Singapura (Karya Idrus Tintin)

Singapura Kepada Suratman Markasan Ini bukan lagi Tumasik bukan Selat yang disebut-sebut Cikgu Mamud orang Daik Lingga yang d…

Puisi: Akhir Kata (Karya Idrus Tintin)

Akhir Kata Pada mulanya ialah bunyi lalu tercipta kata pertama untuk menyatakan terima kasih dari hati yang putih tak tercela Setel…

Puisi: Asrama Dai-To-A (Karya Idrus Tintin)

Asrama Dai-To-A Inilah gedungnya tiga puluh langkah dari tembok penghadang gelombang tepat menghadap barat berliku melingkar mengiku…

Puisi: Adalah Bayang-Bayang Bianglala (Karya Upita Agustine)

Adalah Bayang-Bayang Bianglala Yang Kita Tatap dalam Gamang Adalah bunga Adalah bulan Adalah bintang Adalah angin Adalah air Adalah ba…

Puisi: Hilang (Karya Bambang Sarwono)

Hilang sehabis tiada suara lalu gelap semata pada mata tiba-tiba, Tuhan terbata-bata : "Ada!" Ada lampu itukah sinar perindu? sepi. Duduk d…

Puisi: Penyerahan (Karya Yudo Herbeno)

Penyerahan diamnya tuhan                 gemuruh laut benturan karang                 bisik malam hari diamnya diriku                 desir debu dera…

Puisi: Surabaya (Karya Linus Suryadi AG)

Surabaya (1) Menggaung lagu Bar, mari kita datang dalam irama mengapung, kata-kata diucapkan redup lampu, eng…

Puisi: Shelly Kecil (Karya Darman Moenir)

Shelly Kecil Shelly kecil bertanya padaku Kenapa hari panas sekali Aku tidak menjawab Dan dia menangis Pagi tadi Shelly bangun cepat Tampaknya gelisa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.