Postingan

Puisi: Lanskap (Karya Bambang J. Prasetya)

Lanskap Di pelabuhan kecil Remang bulan sepotong Mengasingkan kebebasan kelelawar menggambar langit membendung janji Laut mati Malam berkarat Ikan-ik…

Puisi: Tanjung Dewa (Karya Hijaz Yamani)

Tanjung Dewa Di Tanjung Dewa Ruh-ruh telah menghabiskan tapa Setelah angin berputar dari tenggara Di Tanjung Dewa Orang-orang laut yang kekar Dari ti…

Puisi: Melawan dengan Gaya Orang Miskin Seadanya (Karya Taufiq Ismail)

Melawan dengan Gaya Orang Miskin Seadanya Vietnam dihujani bom bertahun-tahun. Bermacam merek senjata berat   …

Puisi: Di Seberang Hari (Karya Upita Agustine)

Di Seberang Hari (Kepada Yang Dipertuan Gadis Puti Reno Sumpu) Entah siang dia datang Entah malam dia tiba Di jendela masa lalu …

Puisi: Luapan (Karya Rachmat Djoko Pradopo)

Luapan (1) kami orang-orang kalah tanpa satu pun perang kami orang-orang tersisih tanpa mendesak ke depan menanti tempat menanti waktu menan…

Puisi: Kemerdekaan (Karya H.S. Djurtatap)

Kemerdekaan kemerdekaan adalah pikiran-pikiran yang tak pernah dinyatakan tapi selalu berkibar di puncak tiang tinggi sekali kemerdekaan adalah pikir…

Puisi: Perahu (Karya Ibrahim Sattah)

Perahu ini taklain angin debu taklain debu batu taklain dulu api taklain tungku dengan taklain jalan dengan takdengan kalian laut taklain lautan tany…

Puisi: Di Bandara (Karya Lazuardi Adi Sage)

Catatan Di Bandara jauh sekali negerimu di lepas landas jumboku menembus bulan senja-senja di Bandara perpisahan rubuhkan airmata kutampung jadi kola…

Puisi: Sajak Beranak jadi Ibu (Karya Upita Agustine)

Sajak Beranak jadi Ibu Sajak beranak tak bersajak Sajak dari rahimku Sajak kanak-kanak Sajak beranak jadi ibu Terbenam aku dalam rumah …
© Sepenuhnya. All rights reserved.