Puisi: Di Seberang Suara (Karya Upita Agustine) Di Seberang Suara (kepada DYD Hitam Sultan Alam Bagagar Syah) Kain cindai selempangmu Bewarna tanah bunga kecubung Melambai hidupk…
Puisi: Fontana Maggiore (Karya Acep Zamzam Noor) Fontana Maggiore Tiba-tiba tubuhmu penuh hujan Seperti patung di tengah air mancur itu Dan waktu menjadi pohon yang ditinggalkan daun-daun …
Puisi: Lanskap (Karya Bambang J. Prasetya) Lanskap Di pelabuhan kecil Remang bulan sepotong Mengasingkan kebebasan kelelawar menggambar langit membendung janji Laut mati Malam berkarat Ikan-ik…
Puisi: Tanjung Dewa (Karya Hijaz Yamani) Tanjung Dewa Di Tanjung Dewa Ruh-ruh telah menghabiskan tapa Setelah angin berputar dari tenggara Di Tanjung Dewa Orang-orang laut yang kekar Dari ti…
Puisi: Melawan dengan Gaya Orang Miskin Seadanya (Karya Taufiq Ismail) Melawan dengan Gaya Orang Miskin Seadanya Vietnam dihujani bom bertahun-tahun. Bermacam merek senjata berat …
Puisi: Di Seberang Hari (Karya Upita Agustine) Di Seberang Hari (Kepada Yang Dipertuan Gadis Puti Reno Sumpu) Entah siang dia datang Entah malam dia tiba Di jendela masa lalu …
Puisi: Luapan (Karya Rachmat Djoko Pradopo) Luapan (1) kami orang-orang kalah tanpa satu pun perang kami orang-orang tersisih tanpa mendesak ke depan menanti tempat menanti waktu menan…
Puisi: Kemerdekaan (Karya H.S. Djurtatap) Kemerdekaan kemerdekaan adalah pikiran-pikiran yang tak pernah dinyatakan tapi selalu berkibar di puncak tiang tinggi sekali kemerdekaan adalah pikir…
Puisi: Perahu (Karya Ibrahim Sattah) Perahu ini taklain angin debu taklain debu batu taklain dulu api taklain tungku dengan taklain jalan dengan takdengan kalian laut taklain lautan tany…