Postingan

Puisi: Si Buta (Karya Wiji Thukul)

Puisi Si Buta semenjak pagi bangun mataku terbuka sibuk menyiapkan mimpi semenjak matahari bangkit sampai hari ini hidupku tidur dan menguap dan bang…

Puisi: Jalan Sendiri (Karya Remy Sylado)

Jalan Sendiri Aku ingin tersesat di jalan yang berulang kulalui sendiri sejak usia teruna siapa nyana datang kereta penjemput membawa atma…

Puisi: Penghuni Liar (Karya Amanda Amalia Putri)

Penghuni Liar menjajakan aroma terapi dari pintu ke pintu sebagian rumah telah dijajah penghuni liar benar-benar memanjakan rasa kecanduan emosional …

Puisi: Bendera di Atas Makam (Karya Herry Lamongan)

Bendera di Atas Makam Makam siapa menyapaku lewat bendera? Topi baja di arah kepala Merimbun di sisi utara Ia seorang tentara Gugur dalam perang geri…

Puisi: Perempuan Perkasa Itu Tak Punya Lampu Aladin (Karya M. Poppy Hutagalung)

Perempuan Perkasa Itu Tak Punya Lampu Aladin perempuan perkasa itu tak punya lampu aladin katakan kepada laut yang selalu pasang: perempuan perkasa i…

Puisi: Malioboro Yogya Pagi Hari (Karya Sitor Situmorang)

Malioboro Yogya Pagi Hari Sajak-hidup sehari-hari tak kunjung habis, irama arsitektur toko Cina dan atap-atap Yogya lama. Mengangkat an…

Puisi: Gelombang Kenistaan (Karya Amanda Amalia Putri)

Gelombang Kenistaan terombang-ambing dihempas gelombang kenistaan menyalakan pantulan peluru yang berkembang baik di bawah batu nisan menguliti dindi…

Puisi: Taman Bunga (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Taman Bunga aku lahir sebagai serbuk sari angin menuntunku menuju kepala putik sudah nujuman aku mesti mengigau sendiri melintasi …

Puisi: Omong Kosong (Karya Zahra Nur Alfiyah)

Omong Kosong Roda yang terus memutar Topeng yang terus digilir Sejajar tanpa mengejar Minggu terus berujung Senin Langkah itu tak pernah benar-benar …
© Sepenuhnya. All rights reserved.