Kenangan

Putusnya tali kasih kita, adikku manis, datangnya dengan tiba-tiba, laksana pencuri di tengah malam.

Seketika lama engkau tayang aku di irama kasihmu, aduh, lupa beta pada segala, karena berlayar di alun asmara.

Mengapatah demikian, Hatiku, kurang cukupkah kasihku padamu maka engkau rentapkan kebat ini?

Hatiku sendu berluka parah karena rentapan tanganmu halus. Bagaimana pun aku menekan luka itu lamun darah menitik juga dari padanya, setetes demi setetes, merah rona, mengingatkan ku pada warna Kasih.

Kucari lupa, tetapi di manakah aku akan dapati dia? Karena hatiku penuh dengan wajahmu? Sastra pujangga, sajak seni sedih, di musik yang menggetarkan jiwa, di hiruk-pikuk dunia, semua tiada berkuasa melupakan aku pada engkau ... malahan hatiku kecil bertambah meronta, menangis pedih, karena kesunyian tiada tertahan.

Di mana kala hatiku sembuh dari luka ini, Rinduku, bekasnya tetap akan tinggal mengingatkan aku pada kasihmu ... perduli apa aku karena kasihmu tiada lama? Apakah lama? Apakah tiada lama? Bukankah kasihmu telah membukakan Dunia Baru pada hidupku yang sebelum itu tak pernah kukecap? Tiada selalu lama itu membawa bahagia. Sesaat saja dapat pada masanya menguasai kehidupan kita yang akan datang. Dan saat kasihmu yang telah engkau anugerahkan padaku akan aku genggam-teguh, akan aku simpan sebagai pemberian kudus yang penghabisan kali dari padamu padaku. Dan biarpun hatiku sesudah ini takkan dapat lagi bernyanyi ria, mataku tak dapat lagi berbinar terang, tetapi dia tahu, bahwa dulu dia ada juga bernyanyi ria, mataku ada juga berbinar terang ... dan semuanya ini datangnya dari Seruling Kasihmu yang engkau lagukan semasa itu untukku...

Meskipun irama itu sekarang telah lama lenyap disawang lapang dan engkau takkan lagi melagukan Seruling Kasih ini untukku tetapi di hatiku irama itu tetap tinggal dibebat oleh sutera merah merona darah dari kasihku...

Dan putusnya tali ini hanya dapat, bila rumput hijau telah menyelubungi tubuhku dan kemboja bunga menaungi tempatku berhenti...

"Puisi: Kenangan (Karya Amal Hamzah)"
Puisi: Kenangan
Karya: Amal Hamzah

Post a Comment

loading...
 
Top