loading...

Ketemu Juga Akhirnya

Kucari sosok tubuhmu
pada bias sukma di langit
meski langit tak mungkin secantik kenangan.

Nyatanya kau termangu di tikung sungai
merenungi percakapan daging dan tulang.

Ketemu juga akhirnya
bayang-bayang yang akan kekal
terkatung pada ranting penyesalan.

Kalau besok kubangun bendungan di sungai hijau
maka air harus mengalir
menyusul roh-roh yang belum pulang.

1979
"Puisi: Ketemu Juga Akhirnya (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Ketemu Juga Akhirnya
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top