Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Doa (Karya Amir Hamzah)

Doa

Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik,
setelah menghalaukan panas terik.

Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan, melambung
rasa menayang pikir, membawa angan kebawah kursimu.

Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap-malam menyirak kelopak.

Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan
cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar gelakku rayu!

Nyanyi Sunyi, 1941
Puisi Doa
Puisi: Doa
Karya: Amir Hamzah

Artikel Menarik Lainnya:

0 Comments:

Posting Komentar

close