loading...

Berita dari Ladang

angin-angin bercerita tentang damai di ladang-ladang
tentang jagung dan rumput yang tumbuh berdampingan
tentang kecapi dan gerit pedati pagi-pagi
yang mengabarkan lahirnya bayi-bayi
tapi tidak terlalu lama
belum sampai anak-anak berangkat dewasa
mereka telah kehilangan rumputnya
mereka telah kehilangan hijaunya
mereka bahkan kehilangan burung hutan berlintasan
mereka telah kehilangan tembang

derek-derek perkasa telah merambah sampai ke sini
melumat rumput-jagung-dan lintas burung
bocah-bocah bertanya dalam kebodohan sendiri :
"adakah semua untuk kami nanti"
dia masih juga telanjang
dengan pusar mencuat dari perutnya
emaknya masih juga cuma berkutang
dengan cendawan-cendawan edan di punggungnya
bocah yang tak tahu tentang nasibnya
perempuan yang tak tahu makna hidupnya
selain menatap dengan ujung mata

Gila!
akhirnya pada pusing dan rame-rame pergi ke kota
menyerbu kehijauan di taman-taman
membikin nasi di bawah pohon sambil blingsatan
toh masih bisa bilang : "nyamaaaannnn!"
dan angin pun telah enggan berkabar
angin kota telah kejangkitan penyakit manusia
tak peduli, datang pergi dan datang pergi
ladang yang tertinggal sepi dan mati
dalam ramai yang lain lagi.

Jakarta, 1979
"Puisi: Berita dari Ladang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Berita dari Ladang
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top