loading...

Balada Orang-orang Pantai

Purnama ke berapa ketika angin mati
perahu terapung di ombak henti
sudah lama burung camar hilang kepak sayap
buih ombak tak lagi putih merayap
perempuan-perempuan punggung kecoklatan
berkeluh kesah sepanjang siang di teritisan
menunggu para lelaki nelayan sisa peradaban
barangkali satu hari pulang
tapi mungkinkah
sementara berita ramai mengabarkan
mereka terdampar jauh
dan menghuni ruang tahanan
yang tak jelas akan batas
atau barangkali itu hanya penghibur hati
karena angin musim terakhir pancaroba
kabarkan di tengah laut hiu berpesta.

Orang-orang pantai hati karang
berapa musim tak lagi berdendang
segalanya telah berubah
angin, ombak, kampung, gelak
yang hilang itu namanya semarak
nelayan tua bapak siapa
ubun-ubun kian retak
bentuknya berdahak-dahak
aku ingin mencium bendera itu
bisiknya layu.

Bogor, 1996
"Puisi: Balada Orang-orang Pantai (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Balada Orang-orang Pantai
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top