loading...

Balada Pak Tua Pengrajin Gerabah

Pak Tua duduk mencangkung
mendekap kaki menatap ke kejauhan
sesuatu tengah berubah
bukan soal gerabah
bukan soal tanah
tapi pohon kemerdekaan.

Tumbuh sederhana di pinggir desa
dia selalu menjanjikan
mimpi awal tak bertuan.

Yogyakarta pak tua tak pernah sangsi
buminya masih seperti dulu
simpan peluh dan tetes darah
menjadi kali-kali tempat berkaca
anak-anak peradaban.

Pak Tua merenung panjang
dering kereta kuda menyibak siang
banyak sudah yang terjadi
di sepanjang jalan antara Yogya-Godean
semuanya ditelan diam-diam
bulan Syura tumpuan harapan.

Bogor, 1996
"Puisi: Balada Pak Tua Pengrajin Gerabah (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Balada Pak Tua Pengrajin Gerabah
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top