1996

Puisi: Sepi Sekali (Karya Sutarno Priyomarsono)

Sepi Sekali Sudah larut sepi sekarang. Ranjang kita pakai untuk berdiam mengaso dalam mimpi tidak bergoyang-goyang lagi Solo, 1996 Sumber: Jentera Te…

Puisi: Kuterima Kabar dari Kampung (Karya Wiji Thukul)

Kuterima Kabar dari Kampung kuterima kabar dari kampung rumahku kalian geledah buku-bukuku kalian jarah tapi aku ucapkan banyak terima ka…

Puisi: Kupu-Kupu di Dalam Buku (Karya Taufiq Ismail)

Kupu-Kupu di Dalam Buku Ketika duduk di stasiun bis, di gerbong kereta api,     di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa,     kulihat…

Puisi: Derita Sudah Naik Seleher (Karya Wiji Thukul)

Derita Sudah Naik Seleher Kau lempar aku dalam gelap hingga hidupku menjadi gelap Kau siksa aku sangat keras hingga aku makin m…

Puisi: Di Padang Arafah (Karya Saini KM)

Di Padang Arafah Pertemuan antara kita, Tuhanku, tak pernah resmi Pertengkaran paling sengit dan rujuk paling mesra Biasanya ter…

Puisi: Aku Takut (Karya Nurhayat Arif Permana)

Aku Takut aku takut jika malam tiba-tiba menjadi siang sementara aku sedang mencari-cari kata yang telah kita sepakati itu jangan dibiarkan merajalel…

Puisi: Getaran Jiwa (Karya Diah Hadaning)

Getaran Jiwa seperti buana yang tak pernah melipat bentangnya seperti laut yang tak pernah menidurkan ombaknya ia berjalan sepanjang musim …

Puisi: 30 Tahun Kemudian (Karya Goenawan Mohamad)

30 Tahun Kemudian 30 tahun kemudian mereka bertemu di restoran dekat danau. Hujan dan kenangan berhimpitan, berbareng, seperti lalulintas …

Puisi: Sore Hari Berjalan Menuju Laut (Karya Nurhayat Arif Permana)

Sore Hari Berjalan Menuju Laut sore hari berjalan menuju laut kau pandang matahari agak condong kemerahan kilaunya kau bernyanyi sepanjang pantai men…

Puisi: Sungai-Sungai Mengalir (Karya Ariffin Noor Hasby)

Sungai-Sungai Mengalir Sungai-sungai mengalir ke udara aku saksikan dalam diriku membawa dzikir perahu sampai ke seberang waktu aku mendengar lagi su…

Puisi: Celana (Karya Joko Pinurbo)

Celana  (1) Ia ingin membeli celana baru buat pergi ke pesta supaya tampak lebih tampan dan meyakinkan. Ia telah mencoba seratus model ce…

Puisi: Jaring-Jaring (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Jaring-Jaring Kali ini Nelayan menebar jaring di laut Menangkap ikan Kali lain Tuhan menebar jaring maut Menangkap insan. S…

Puisi: Kasidah Perjalanan (Karya Ariffin Noor Hasby)

Kasidah Perjalanan Berjalan di trotoar kota-kota aku melihat dalam langkahmu kasidah waktu mengantarkan gerak ke dalam hati menempuh keyakinan dalam …
© Sepenuhnya. All rights reserved.