Puisi: Batu-Batu Lumat Tercabik (Karya Herry Lamongan) Batu-Batu Lumat Tercabik sewaktu orang-orang bicara itu tak kausapa sewaktu kian lincah martilmu memecah batu-batu bukan jalanku lagi yang membentang…
Puisi: Warna Sakit yang Hilang (Karya Herry Lamongan) Warna Sakit yang Hilang apalagi yang mesti dirundingkan di sini setelah semua warna sakit dan para pembahasnya digiring ke pojok engkau masukkan ke p…
Puisi: Dalam Hening (Karya Dianing Widya Yudhistira) Dalam Hening Suara siapa mengalun merdu Di antara deru klakson serta peluh keringat Menyusup melewati lorong-lorong kecil Bikin rahang batinku merind…
Puisi: Mayat Canggung dan Hutan Riang (Karya Zen Hae) Mayat Canggung dan Hutan Riang : kebumikan aku di sana. di ujung rel-rel itu bersama matahari yang digodam suara azan dan cekikikan : …
Puisi: Pesisir Jimbaran (Karya Wayan Jengki Sunarta) Pesisir Jimbaran di tanah cuaca tanah tropika kita terlahir menuntun perjalanan sebuah sejarah ayu, terlalu banyak saudara kita yang …
Puisi: Sepi Sekali (Karya Sutarno Priyomarsono) Sepi Sekali Sudah larut sepi sekarang. Ranjang kita pakai untuk berdiam mengaso dalam mimpi tidak bergoyang-goyang lagi Solo, 1996 Sumber: Jentera Te…
Puisi: Kuterima Kabar dari Kampung (Karya Wiji Thukul) Kuterima Kabar dari Kampung kuterima kabar dari kampung rumahku kalian geledah buku-bukuku kalian jarah tapi aku ucapkan banyak terima ka…
Puisi: Kupu-Kupu di Dalam Buku (Karya Taufiq Ismail) Kupu-Kupu di Dalam Buku Ketika duduk di stasiun bis, di gerbong kereta api, di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa, kulihat…
Puisi: Derita Sudah Naik Seleher (Karya Wiji Thukul) Derita Sudah Naik Seleher Kau lempar aku dalam gelap hingga hidupku menjadi gelap Kau siksa aku sangat keras hingga aku makin m…
Puisi: Di Padang Arafah (Karya Saini KM) Di Padang Arafah Pertemuan antara kita, Tuhanku, tak pernah resmi Pertengkaran paling sengit dan rujuk paling mesra Biasanya ter…
Puisi: Aku Takut (Karya Nurhayat Arif Permana) Aku Takut aku takut jika malam tiba-tiba menjadi siang sementara aku sedang mencari-cari kata yang telah kita sepakati itu jangan dibiarkan merajalel…
Puisi: Getaran Jiwa (Karya Diah Hadaning) Getaran Jiwa seperti buana yang tak pernah melipat bentangnya seperti laut yang tak pernah menidurkan ombaknya ia berjalan sepanjang musim …
Puisi: 30 Tahun Kemudian (Karya Goenawan Mohamad) 30 Tahun Kemudian 30 tahun kemudian mereka bertemu di restoran dekat danau. Hujan dan kenangan berhimpitan, berbareng, seperti lalulintas …