Puisi: Menjadi Penyair Lagi (Karya Acep Zamzam Noor) Menjadi Penyair Lagi Melva, di Karang Setra, kutemukan helai-helai rambutmu Di lantai keramik yang licin. Aku selalu terkenang kepadamu Seti…
Puisi: Pohon Jiwa (Karya Zainal Arifin Thoha) Pohon Jiwa Tiada hanya siang, malam inipun daun-daun Tasbihku berguguran, ngelumpruk berserakan Di pertamanan. Kota makin ramai, para kelelahan Para …
Puisi: Ketapang-Gilimanuk (Karya Acep Zamzam Noor) Ketapang-Gilimanuk Bermula dari ombak pasang Yang menyediakan ruang Bagi tubuhku Ulakan air melahirkan kata-kata Yang berloncatan sepert…
Puisi: Bintang Pagi (Karya Goenawan Mohamad) Bintang Pagi Bintang pagi: seperti sebuah sinyal untuk berhenti. Di udara keras kata-kata berjalan, sejak malam, dalam tidur: somnabulis pel…
Puisi: Aku Berkelana di Udara (Karya Wiji Thukul) Aku Berkelana di Udara aku berkelana di udara singgah di gelombang-gelombang radio diudara kalian tak bisa mendusta gelombang radio tak bisa dibungka…
Puisi: Kuterima Kabar dari Kampung (Karya Wiji Thukul) Kuterima Kabar dari Kampung kuterima kabar dari kampung rumahku kalian geledah buku-bukuku kalian jarah tapi aku ucapkan banyak terima ka…
Puisi: Busuk (Karya Wiji Thukul) Busuk derita sudah matang, bung bahkan busuk : tetap ditelan? 17 November 1996 Sumber: Aku Ingin Jadi Peluru (2000) Analisis Puisi : Puisi "Bus…
Puisi: Baju Loak Sobek Pundaknya (Karya Wiji Thukul) Baju Loak Sobek Pundaknya Siang tadi aku beli baju harganya murah harganya murah bojoku di pedagang loak di pedagang loak bojoku p…
Puisi: Ibunda (Karya Wiji Thukul) Ibunda Ibunda akhirnya menjengukku juga datang ke penjara dari kampung ke ibukota melihat anak tersayang babak belur dianiaya tentara Ibunda akhirnya…
Puisi: Buat Lina Sagaral Reyes (Karya Acep Zamzam Noor) Buat Lina Sagaral Reyes Peluru yang ditembakkan ke udara Adalah nasibmu: Sebuah air mancur, sumber kata yang jernih Di antara batu hitam, …
Puisi: Dongeng Marsinah (Karya Sapardi Djoko Damono) Dongeng Marsinah (1) Marsinah buruh pabrik arloji, mengurus presisi: merakit jarum, sekrup, dan roda gigi; waktu memang tak pernah kompromi…
Puisi: Ode Prajurit Tanpa Nama (Karya Ahmadun Yosi Herfanda) Ode Prajurit Tanpa Nama Bendera-bendera berkibar di udara Burung-burung bernyanyi di dahannya Dan orang-ora…