loading...

Memo Bukit Bulan

Hanya ilalang mau mengering, pucuk
jari-jari yang tak bisa mengepal - dari
tulang-tulang terserak - tak dikuburkan
(jarang teringat sebab tidak bernama)

Diajak ingin-angin mencekik pemimpin
bang-pak, pengutil fee yang pura-pura
mendiskusikan hal belanja pembangunan
(setelah gaji naik & tunjangan ditambah)

Tapi tidak bisa beranjak - terjangkar tak
bisa menjangkau. Terbungkam - tak bisa
menyerukan perambahan gulma korupsi
(liar mengsiakar tanpa mengenal musim)


"Puisi Beni Setia"
Puisi: Memo Bukit Bulan
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top