Puisi: Kebangkitan (Karya Beni Setia) Kebangkitan aku mimpi bangkit dari mati aku mengambil pisau dan memotong nadi aku mimpi bangkit dari mati tapi aku tidak berani bermimpi mati itu apa…
Puisi: Orang yang Dianiaya (Karya Beni Setia) Orang yang Dianiaya orang yang dianiaya, luka-lukanya sangat perih darahnya tercecer-cecer, mayatnya dibuang di hutan ya, bertahun-tahun ia berbaring…
Puisi: Out of Geology (Karya Beni Setia) Out of Geology (N irwan Dewanto ) Di Kaibab Trail, di antara Coconino Plateau di titik 7260 kaki permukaan …
Puisi: Seribu Kaca (Karya Beni Setia) Seribu Kaca seribu kaca mengacakan wajah mata (yang satu api, yang satu air) mengekalkan sayap waktu. Langit lengkung terkadang kami menaiki tiang bu…
Puisi: Deja Vu (Karya Beni Setia) Deja Vu Mendekati petang: tak ada bedanya memainkan kaset dengan tape lama atau keping DVD dengan player mutakhir lagu yang muncul senantiasa mem…
Puisi: Bandung (Karya Beni Setia) Bandung Sawah tersungkur : julangan kukuh, struktur, jalanan beton makin melebar - tapi terasa sempit -…
Puisi: Juni (Karya Beni Setia) Juni Mengenangkanmu membuat pembaringan terasa hangat suara tawa dan intonasi kata tadi petang: membuat angin se…
Puisi: Rindu Tak Terkuburkan (Karya Beni Setia) Rindu Tak Terkuburkan Gelisah menyasar lambung, bagai sedang menghaluskan permukaan rindu, dengan amplas nomo…
Puisi: Apakah Itu Perlu? (Karya Beni Setia) Apakah Itu Perlu? (Versi Legiun Asing) Gedung-gedung menyuruhku mencari hawa segar dan belukar buat kulit. Jala…
Puisi: Kelopak Teratai (Karya Beni Setia) Kelopak Teratai kelopak teratai melunglai, beberapa helai bunga terkulai. Angin menggoncang-goncangkan kolam rubuh. Ketenanganku rubuh jalan panjang …
Puisi: Dari Pantai ke Pantai (Karya Beni Setia) Dari Pantai ke Pantai dari pantai ke pantai camar menyanyikan mimpi pekiknya merasuki pesisir. Menggali-gali (karang-karang menjalin akar di kedalama…
Puisi: Kami Dihubungkan oleh Usus (Karya Beni Setia) Kami Dihubungkan oleh Usus kami dihubungkan oleh usus. Saling menelan bermimpi bisa mengalahkan anjing dalam lambung. Lumpuh ke luar lewat dubur, han…
Puisi: Galunggung (Karya Beni Setia) Galunggung galunggung, ada di mana puncak kawahmu itu? sebagian menebal dalam riol, sebagian memadat di pekarangan, sebagian melekat pada mata, dalam…
Puisi: Pertanyaan-Pertanyaan Mengganggu (Karya Beni Setia) Pertanyaan-Pertanyaan Mengganggu pertanyaan-pertanyaan mengganggu siklus minat alam manusia menggali sumur dengan buku menjelmakan jurang-jurang pera…