Puisi: Kelopak Teratai (Karya Beni Setia) Kelopak Teratai kelopak teratai melunglai, beberapa helai bunga terkulai. Angin menggoncang-goncangkan kolam rubuh. Ketenanganku rubuh jalan panjang …
Puisi: Dari Pantai ke Pantai (Karya Beni Setia) Dari Pantai ke Pantai dari pantai ke pantai camar menyanyikan mimpi pekiknya merasuki pesisir. Menggali-gali (karang-karang menjalin akar di kedalama…
Puisi: Seribu Kaca (Karya Beni Setia) Seribu Kaca seribu kaca mengacakan wajah mata (yang satu api, yang satu air) mengekalkan sayap waktu. Langit lengkung terkadang kami menaiki tiang bu…
Puisi: Kami Dihubungkan oleh Usus (Karya Beni Setia) Kami Dihubungkan oleh Usus kami dihubungkan oleh usus. Saling menelan bermimpi bisa mengalahkan anjing dalam lambung. Lumpuh ke luar lewat dubur, han…
Puisi: Galunggung (Karya Beni Setia) Galunggung galunggung, ada di mana puncak kawahmu itu? sebagian menebal dalam riol, sebagian memadat di pekarangan, sebagian melekat pada mata, dalam…
Puisi: Pertanyaan-Pertanyaan Mengganggu (Karya Beni Setia) Pertanyaan-Pertanyaan Mengganggu pertanyaan-pertanyaan mengganggu siklus minat alam manusia menggali sumur dengan buku menjelmakan jurang-jurang pera…
Puisi: Jalan Panjang (Karya Beni Setia) Jalan Panjang jalan panjang, jalan lengang sabtu malam jalan bimbang, jalan manusia ditakik tanya pecah di kiri, pecah di kanan. Pecah di diri "…
Puisi: Dua Epigram (Karya Beni Setia) Epigram //1// Ada tiga suara telepon masuk di bus, dan empat lagi kirim SMS. Dan kalau seluruh orang di dunia…
Puisi: Longgin (Karya Beni Setia) Longgin kalau bukan aku siapa lagi yang harus dipercaya — Tuhan diam di gaib orang-orang membikin dinding kalau bukan aku siapa lagi yang bisa dianda…
Puisi: Orang yang Dianiaya (Karya Beni Setia) Orang yang Dianiaya orang yang dianiaya, luka-lukanya sangat perih darahnya tercecer-cecer, mayatnya dibuang di hutan ya, bertahun-tahun ia berbaring…
Puisi: Bosan (Karya Beni Setia) Bosan semacam apakah hidup ini? Rasanya kok bosan dan masam apa hanya cuilan mimpi? kokoh kelamin kupakai membajak dunia titik keringat dan tetesan m…
Puisi: Huruf-Huruf Menjepit (Karya Beni Setia) Huruf-Huruf Menjepit huruf-huruf menjepit tubuh tidurku mesin tik, elektrik menampar pipi menyuapkan mimpi "berhenti" teriak telepon bintan…
Puisi: Haiku Penghujan (Karya Beni Setia) Haiku Penghujan (1) Semilir. Embun dini menitik dari rimbunan bambu. Haiku Penghujan (2) Setapak tan…
Puisi: Catatan Liburan (Karya Beni Setia) Catatan Liburan Kabut tipis menghalangi matahari pagi. "ini saat yang tepat untuk tidur melungker," kata kucing di keset beranda - …