Puisi Beni Setia

Puisi: Berapa Kali Kita Kehilangan dalam Menanti (Karya Beni Setia)

Berapa Kali Kita Kehilangan dalam Menanti Berapa kali kita kehilangan dalam menanti jam berdetik, angin menghembus dan debu menyerbu jendela…

Puisi: Apakah Itu Perlu? (Karya Beni Setia)

Apakah Itu Perlu? (Versi Legiun Asing) Gedung-gedung menyuruhku mencari hawa segar dan belukar buat kulit. Jala…

Puisi: Sepotong Paha (Karya Beni Setia)

Sepotong Paha sepotong paha buat lelap sebentar malam ini tiang, kata anak, mak bentangkan siang. Jemur kasur cuci kain terkadang dimainkan gigi di m…

Puisi: Lagu Siul (Karya Beni Setia)

Lagu Siul Bila tidak bersiul barangkali kami sudah lama mati.  Kaku. Karena anak terus makan minta jajan, uang sekolah dan satu saat …

Puisi: Di Trotoar Bersama Orang Pulang Kerja (Karya Beni Setia)

Di Trotoar Bersama Orang Pulang Kerja Di trotoar bersama orang pulang kerja aku jadi orang ketiga. Juga bagi di…

Puisi: Kita Tidak Sedang Menunggu (Karya Beni Setia)

Kita Tidak Sedang Menunggu Kita tidak sedang menunggu. Lepas dari kefanaan dan meluncur masuk keabadian. Mesk…

Puisi: Pledoi bagi Kucing (Karya Beni Setia)

Pledoi bagi Kucing Tuan dan nyonya, kucing adalah kucing rumah tak akan membuatnya jadi anjing, jadi ikan a…

Puisi: Pengungsi (Karya Beni Setia)

Pengungsi Kami ini barisan achordeon  dada dengan paru-paru separuh Rompi  zirah indian jajaran bilah rusuk setiap saat didera cuaca …

Puisi: Manusia Hibernasi (Karya Beni Setia)

Manusia Hibernasi Saya menciptakan diri sendiri, dari bau mulut yang berdebat, dari tabrakan omong kosong yang berbelit serta me…

Puisi: Dini Hari (Karya Beni Setia)

Dini Hari Bagai bangkai memendam larva sebelum belatung muncul, bagai daun-daun luruh dicumbu hujan sebelum terurai humus ladang bambu. …

Puisi: Adzan Shubuh (Karya Beni Setia)

Adzan Shubuh Debu dan asap hiruk-pikuk itu membubung memenuhi langit Dan dini hari itu diam-diam Allah menurunkan embun Ajakan j…

Puisi: Seperti Baru Kemarin (Karya Beni Setia)

Seperti Baru Kemarin Seperti baru kemarin aku menjejakkan kakiku pada lumpur yang kini kekal di museum 5.00…

Puisi: Aku Masih Ingat Kamu (Karya Beni Setia)

Aku Masih Ingat Kamu pohon-pohon menggosok-gosokkan kulit musim dingin riap pucuk-pucuknya. Rontok kuning-kuni…

Puisi: Kebangkitan (Karya Beni Setia)

Kebangkitan aku mimpi bangkit dari mati aku mengambil pisau dan memotong nadi aku mimpi bangkit dari mati tapi aku tidak berani bermimpi mati itu apa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.