loading...
Berpalinglah Kiranya
(Tentang seorang pengemis yang terlalu)

Berpalinglah kiranya
mengapa tiada kunjung juga?
muka dengan parit-parit yang kelam
mata dan nyala neraka.

Larut malam hari mukanya
larut malam hari hatiku jadinya,
mengembang-ngembang juga rasa salah jiwa.

Dosa-dosa lalu-lalang merah-hitam
memejam-mejam mata-mata ini di dunia.

Berpalinglah kiranya
mengapa tiada kunjung juga?
Kaca-kaca gaib menghitam air kopi hitam.
Biji-biji mata di rongganya memantulkan dosa-dosa
seolah-olah dosa itu aku yang punya.

Padaku memang ada apa-apa. Cuma
tidak semua baginya, tidak juga 'kan menolongnya.
Pergi kiranya, pergi! Mampus atau musna;
Jahatlah itu minta dan terus minta.

Terasa seolah aku jadi punya dosa.
Bukan sanak, bukan saudara. Lepaslah kiranya ini siksa.

Aku selalu mau beri tak usah diminta
Tapi ia minta dan minta saja dan itu siksa.

Berpalinglah kiranya
mengapa tiada kunjung juga?
 
"Puisi: Berpalinglah Kiranya"
Puisi: Berpalinglah Kiranya
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top