Puisi W.S. Rendra

Puisi: Aku Tulis Pamplet Ini (Karya W.S. Rendra)

Aku Tulis Pamplet Ini Aku tulis pamplet ini karena lembaga pendapat umum ditutupi jaring labah-labah Orang-orang bicara dalam …

Puisi: Sagu Ambon (Karya W.S. Rendra)

Sagu Ambon Ombak beralun, o, mamae. Pohon-pohon pala di bukit sakit. Burung-burung nuri menjerit. daripada membakar masjid dari…

Puisi: Ballada Penyaliban (Karya W.S. Rendra)

Ballada Penyaliban Yesus berjalan ke Golgota disandangnya salib kayu bagai domba kapas putih. Tiada mawar-mawar di jalanan tia…

Puisi: Kami Berdua (Karya W.S. Rendra)

Kami Berdua Karena sekolah kami belum selesai kami berdua belum dikawinkan. Tetapi di dalam jiwa anak-cucu kami sudah banyak. S…

Puisi: Tangis (Karya W.S. Rendra)

Tangis Ke mana larinya anak tercinta yang diburu segenap penduduk kota? Paman Doblang! Paman Doblang! Ia lari membawa dosa tangannya d…

Puisi: Pemandangan Senjakala (Karya W.S. Rendra)

Pemandangan Senjakala Senja yang basah meredakan hutan yang terbakar. Kelelawar-kelelawar raksasa datang dari langit kelabu tua. Bau mesiu d…

Puisi: Sajak Tahun Baru (Karya W.S. Rendra)

Sajak Tahun Baru 1990 Setelah para cukong berkomplot dengan para tiran, setelah hak asasi di negara miskin ditekan demi kejayaan…

Puisi: Telah Satu (Karya W.S. Rendra)

Telah Satu Gelisahmu adalah gelisahku. Berjalanlah kita bergandengan dalam hidup yang nyata, dan kita cintai. Lama kita salin…

Puisi: Rumah Kelabu (Karya W.S. Rendra)

Rumah Kelabu Rumah batu, rumah kelabu begitu lapang berpenghuni satu kesuraman merebahinya redup lampu, denting piano bertalu-talu. Te…

Puisi: Ada Tilgram Tiba Senja (Karya W.S. Rendra)

Ada Tilgram Tiba Senja (Ada tilgram tiba senja dari pusar kota yang gila disemat di dada bunda). (BUNDA, LETIHKU TANDAS KE TULA…

Puisi: Sajak Sebotol Bir (Karya W.S. Rendra)

Sajak Sebotol Bir Menenggak bir sebotol, menatap dunia, dan melihat orang-orang kelaparan Membakar dupa, mencium bumi, dan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.