Puisi: Hongkong (Karya W.S. Rendra) Hongkong Di Hongkong kita tersenyum, menegur sapa, tapi mereka memandang kita dengan curiga. Bagai si pandir atau si gila dihina. Di kota…
Puisi: Serenada Merjan (Karya W.S. Rendra) Serenada Merjan Angkatlah pandang matamu ke swarga loka, ke sejuta lilin alit yang gemetar. Semerbak bau kesturi dan endapan …
Puisi: Sajak Potret Keluarga (Karya W.S. Rendra) Sajak Potret Keluarga Tanggal lima belas tahun rembulan, Wajah molek bersolek di angkasa. Kemarau dingin jalan berdebu. Ular yang lewat dipa…
Puisi: Berpalinglah Kiranya (Karya W.S. Rendra) Berpalinglah Kiranya (Tentang seorang pengemis yang terlalu) Berpalinglah kiranya mengapa tiada kunjung juga? muka dengan parit-…
Puisi: Doa di Jakarta (Karya W.S. Rendra) Doa di Jakarta Tuhan yang Maha Esa, alangkah tegangnya melihat hidup yang tergadai, fikiran yang dipabrikkan, dan masyarakat yang diternakk…
Puisi: Lelaki yang Luka (Karya W.S. Rendra) Lelaki yang Luka Lelaki yang luka biarkan ia pergi, Mama! Akan disatukan dirinya dengan angin gunung. Sempoyongan tubuh kerbau menyobek p…
Puisi: Ya, Bapa (Karya W.S. Rendra) Ya, Bapa Malam begini ia datang: itu, dosa itu, merasuki dada. Pecah semua. Pecah semua. Wajah Bapa di pigura, jantung dengan mah…
Puisi: Tentang Seorang Gadis (Karya W.S. Rendra) Tentang Seorang Gadis Jelita yang kaya pergi menjalang bau minyak wangi di remang ruang dan kekeh kekeh yang gersang Jelita yang kaya punya banyak ar…
Puisi: Nenek Kebayan (Karya W.S. Rendra) Nenek Kebayan Nenek Kebayan! Nenek yang tua! matanya sumur kering tanpa kerinduan terlupa kenangan lampau, disepikan dan kejemuan ada pa…
Puisi: Sawojajar 5, Yogya (Karya W.S. Rendra) Sawojajar 5, Yogya Memasuki pintu halamannya kujumpai pohon-pohon yang kabur kerna malam sudah turun. Rumahnya bagai kotak …
Puisi: Blues untuk Bonnie (Karya W.S. Rendra) Blues untuk Bonnie Kota Bostron lusuh dan layu kerna angin santer, udara jelek, dan malam larut yang celaka. Di dalam café itu …