Kisah Kita Tinggallah Nama

Setelah lama kukubur dalam-dalam rasa sakit yang paling rintih ini, kau mengabariku berita tentang kematian sejarah, dari masa lalu yang kau pesan dari waktu.

Lalu kau mengajakku menziarahi perasaan kita yang lapuk dimakan keegoisan masa silam, tentang aku yang diam, tentang kau yang banyak dendam.

Hujan semoga turun hari ini, agar basah semua sesal di dada. Agar tergenang semua rindu yang mustahil itu. Kau tak usah membuat cerita seputar musim semi, karena pohon cinta yang dulu kita tanam telah membatu. Tak mungkin terbit lagi matahari yang dulu kau mengajariku cara menikmati hangatnya, dari daun-daun, dari akar-akar, dan dari apa yang kita namai pertemuan, seperti musim gugur yang luruhkan semua puisi-puisi, dan berserakan menjadi sampah di pelataran pusara waktu.


Pondok Pena, 2012
"Dimas Indiana Senja"
PuisiKisah Kita Tinggallah Nama
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top