loading...

Mesin Waktu

Aku temukan mesin waktu
kucoba menuju kehidupan adam dan Eva
di taman eden
tentu saja tak kusia-siakan kesempatan
mencuri pandang wajah cantik Eva
kuraih selembar daun, dan kutulis
selarik kalimat pujian padanya
tapi urung kuberikan
kerna pesona Adam selalu
melingkupi wanita itu, serupa
lingkaran cahaya keemasan

Malam, ketika mereka tertidur
aku mengendap, mendekat
membisikkan kata di telinga Eva
“aku ingin menjadi ular, sebelum
ular sesungguhnya datang padamu”

Selepas itu aku pergi, kerna tak tahan
terlalu lama menatap belahan dadanya
yang tentu saja: menggoda!

Dan, mesin waktu kembali melontarkanku
ke abad gelap ini.

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Mesin Waktu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top