loading...
Di Ruang Ini yang Bernafas Cuma Aku

Di ruang ini yang bernafas cuma aku
cecak dan serangga

Air menetes rutin dari kran ke bak
mandi
semakin dekat aku dengan detak
jantungku

Dingin ubin, lubang kunci, pintu
tertutup, kurang cahaya
kini bagian hidupku sehari-hari

Di sini bergema puisi
di antara garis lurus tembok
lengkung meja kursi
dan rumah sepi

Puisi yang ditajamkan
pukulan dan aniaya

Tangan besi penguasa.
 
"Puisi: Di Ruang Ini yang Bernafas Cuma Aku"
Puisi: Di Ruang Ini yang Bernafas Cuma Aku
Karya: Wiji Thukul

Post a Comment

loading...
 
Top