Di Negeri Amplop

Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya "malu"
Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi "rapi-rapi"
David Coverfil dan Rudini bersembunyi "rendah diri"
Entah, andai Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya.

Amplop-amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur
Hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang sudah putus.

Amplop-amplop menguasai penguasa
dan mengendalikan orang-orang biasa
amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
mencairkan dan membekukan
mengganjal dan melicinkan

Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati.

Di negeri amplop, amplop-amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja.


"Puisi: Di Negeri Amplop (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Di Negeri Amplop
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)

Post a Comment

loading...
 
Top