loading...

Apakah Kamu Masih Ingin Menemuiku?

Saat kecil, kami sekeluarga tidur bersama
tanpa listrik, dengan ibu dan ayah
di dalam rumah berlantai tanah.
jika turun hujan, kantuk urung datang
sebab atap seng ditabuh air langit yang tumpah
tak beraturan
apakah kamu masih ingin menemuiku?
Sedangkan kutahu
kamu tak pernah singgah di tempat yang sama
kecuali saat pulang.
Selalu berpindah
dari cahaya api ke lembab tanah,
basah hujan dan batas impian.

Saat kecil, kami sekeluarga bekerja
masing-masing memiliki tugas yang berbeda
adikku menyiapkan kayu di tungku tak kunjung padam
perapian buat kakak,
yang menimba sumur hingga kering,
sebagai alasku menjemur air mata ibu di pembaringan,
sedang ibu menyisir kemarahan bapak
yang selalu memandang jendela berkabut
atau pintu berdebu
entah oleh asap, butiran air mata atau embun jelaga
apakah kamu masih ingin menemuiku?
Dan berharap memungut kangen yang perwira
tumbuh di kedua lengan tak lempangku
atau di sepasang bengkok pahaku?
Solo
April 2006
"Puisi Sosiawan Leak"
Puisi: Apakah Kamu Masih Ingin Menemuiku?
Karya: Sosiawan Leak

Post a Comment

loading...
 
Top