loading...

Tak Pandai Bermain

Saudara, terasa-rasa saudara marah.
Marahnya marah sedih bercampur kecewa,
karena tiada mungkin saudara marah benar-benar.

Banyak saya mengecewakan saudara, bukan?
Tetapi akan memusuhi saya, saya bukan musuh saudara,
bahkan sahabat yang karib di dalam hati.

***
Terdengar olehku jiwa menjerit,
ratapan sedih di malam sunyi.
Tertarik ingin hatiku hendak menolong.
Tetapi saudara berlagak sombong, mengusir saya dari halaman.

Saya undur dengan hati yang hancur,
heran sedih 'kan perlakuan begitu.

***
Kemudian terdengar lagi suara mengeluh,
kadang keras membentak, kadang lunak merayu.
Dan aku takut-takut berani mengintip dari celah dindingku.

Belas kasihan meliputi kalbuku,
alangkah ingin aku menghibur.

***
Tetapi saudara tiada ingin dihibur.
Demikian saudara, saya menunggu.
Dan saudara kecewa saya menunggu.

1942
"Puisi H.B. Jassin"
Puisi: Tak Pandai Bermain
Karya: H.B. Jassin

Post a Comment

loading...
 
Top