Cahaya di balik Jendela

Di sini saja sayang, dalam kelaparan dan kehausan, kau tahu aku tak lagi punya banyak waktu untuk merajuk. Detik akan segera sampai pada petikan terakhir seketika tubuhku lesap dari kegelapan ini dan kau berlarilah... di balik jendela sekumpulan cahaya telah menanti.

Jika kau tak lagi peduli, ingin lekas pergi. Coba ingat kembali: kau mendekap tubuhku tanpa suara meski matahari pucat di seberang hujan menembus dadamu, tajam!

Coba ingat: kau yang memintaku membawamu lari dari wangi taman bunga memilih tinggal dalam anyir duniaku.

Tetaplah di sini, menemaniku dalam kelaparan dan kehausan sebelum cahaya itu mendobrak jendela.

Cilegon, Banten
27 Januari 2012
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiCahaya di balik Jendela
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top