loading...

Demikian Kita Lahir Sebagai Sepasang Kawan
(Kepada Sahabatku, Puisi)

Apa yang bisa kukenang dari persahabatan, selain malam mesra penuh percakapan. Kata-kata yang riang berluncuran, menguliti satu demi satu kerinduan. Diam-diam kau mengikat kembali kisah yang berserakan, dan menyusunnya menjadi aneka lukisan. Kemudian kubuatkan pigura dan kuputuskan untuk digantung di ruang tamu dan kamar depan. Sebagai pelajaran, bukan sekadar kisah yang lahir untuk dilupakan.

Tengah malam nanti jangan lupa membangunkanku tepat pukul satu. Ada yang ingin kuceritakan padamu selain ritual munajatku. Tentang daun-daun yang pernah jatuh di halaman rumah dan menimpa pintu, yang lupa dari pohon mana dia berasal sebelum jatuh mencium debu. Sebab sepanjang hidup wajahnya selalu menatap langit biru. Sementara ujung sapu yang terakhir kali kutanyai, masih raja diam membisu.

Demikian kita lahir sebagai sepasang kawan, yang rajin mengupas setiap misteri sumbu kejadian. Lewat susunan kata-kata pilihan, kita mencoba menjawab aneka ragam pertanyaan. Tak perduli nama kita berdua terpasang sebagai barang taruhan.

Jepara, 7 Oktober 2014
"Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa"
PuisiDemikian Kita Lahir Sebagai Sepasang Kawan
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top