Bisnis

header ads

Puisi: Kasidah Langit (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Kasidah Langit

Aku masih di sini melukis wajah langit yang tak pernah memiliki warna. Gigil meski bulan merona jingga. Burung-burung datang hanya untuk meminjam udara, terbang demi mimpinya sendiri. Mentari pagi yang terlahir karena rindu wangi bumi, arak-arakan awan saling sulam mengirim hujan. Dan langit dan pernah memiliki apa-apa, terkecuali catatan panjang nama-nama yang datang dan pergi.

Aku masih di sini, menyaksikan kanvas hari menerka-nerka rupa, langit amat dikenal tapi tak pernah kekal dalam ingatan, selintas saja!  Hamparannya selalu nampak ramai berderai tapi ia sepi, ia asing, ialah kesendirian paling nyeri.

Aku tak lagi melukis, terdengar rintih melirih dari arah-arah entah, ternyata langit tengah berkaca pada samudera yang mengerang dalam cumbuan ombak. Diam-diam membingkai indah segala rupa dan diam-diam ia menelan sendiri pahitnya ditinggalkan.

Cilegon, Banten
7 Januari 2012
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiKasidah Langit
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar