Perwajahan Negeri

Tuan, telah tersuguh sesajen hati, ampela juga jantung
kemarilah, bawa darah segar juga airmata paling amis
silahkan naik podium, telah disiapkan kata-kata indah
takkan ada yang berani memotong kalimatmu
majlis ini sudah seperti pemakaman.

Jangan lupa kata ganti "kami"
karena aku dan mereka ada di belakangmu
kau seret di jalan-jalan, memutari pemukiman
dan kardus tempat kami mendengkur
berpilarkan bendera-benderamu.

Wajah warna-warni menghiasi dinding kami
merah, sumpah serapah penuh luka
kuning, kemuning sawah kami
menjadi penyumbang istanamu
segenggam pun tak kau beri
kemarau di lambung perih!
Biru, langit kami tuan
diselimuti awan hitam
dan putih?
Kami nyaris buta warna!

Majlis ini telah menjadi pemakaman suara
tempat menyajikan diri tanpa harga
silahkan dimulai, bacalah kalimat-kalimat Tuhan
meski beraroma dusta, kita amini bersama.

Banten
26 November 2011
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiPerwajahan Negeri
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top