loading...

Yang Koyak

Sebatang malam terbakar tungku tanpa api
: mengepul asap hitam penuhi wajah langit
mencipta gundukan awan - hujan terbelah
bergemuruh-benturlah pusaran laut dadaku,
berlabuh di dermaga sepi, antara sisa buih
siluet putih mengundang wajah-wajah terkasih.

O jiwa yang sendiri merana disiksa kembara
betapapun ingin pulang, memutar arah angin
kapal terlanjur membedah bendungan bah
: layar koyak menunggu terseret dan tenggelam!

Teras Budaya, Cilegon
2013
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiYang Koyak
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top