Bisnis

header ads

Puisi: Balada Kartu Pos untuk Rendra dan Lorca dari Ladang Andalusia

Balada Kartu Pos untuk Rendra
dan Lorca dari Ladang Andalusia

Di jalan dusun antara Sevilla dan Kordoba
aku ragu tujuan. Seekor keledai dan penunggangnya
lewat, pasti tujuan.

Apa lagi hendak dikatakan
lagi-lagi yang diimpikan, saudaraku,
siang begini matahari terlalu terik
antara Sevilla dan Kordoba.
Namun ia bersiul:
Hal matahari terpelanting
jatuh di ubun-ubun dan bukit.

Ia menyanyi tanpa suara,
hal jeruk Malaga, pohon zaitun
dan Granada dikatakannya
bertirai salju -
mengajak aku ke sana -

Keledai itu dan tuannya lewat
menembus ladang kembang
masuk di sela-sela gunung batu
- mengajak aku ke sana -
lalu musimnya, ya, musimku pun bangkit
meruah tersembur
di padang cahaya -
aku diajaknya ke sana -

Negeri kembali dihias istana
air mancur Alhambra
kubah masjid Kordoba,
ya, Kordoba -
namun ke Granada juga
aku diajaknya -

Langit bening
tak ada rahasia masa depan
tak terpikir simpanan Spanyol masa lalu
jembatan Rumawi, benteng Arab
menjemur rahasia kehadiranku
dan rahasia tujuan
keledai bersama tuannya -
namun ke sana aku diajaknya -

Aku Zigana - di tempatku berbaring
di bayang pohon gabus
berkencang dengan birahi
- namun aku diajaknya -
ketika lonceng bergema
di bukit-bukit batu Lorca
dari arah Granada datangnya
dari arah Granada -
tanpa jelas beritanya:
Siapa yang dikatakan mati?
Namun ke sana, ke sana juga
aku diajaknya -
di jalan antara Sevilla dan Kordoba
ketika aku ragu
mencari tahu ke mana pergi
keledai dan tuannya...
dan arti kehidupan Zigana
yang tersimpan dalam lagu-lagu
penyair kesayangan

Saudaraku,
pasti, pastilah Ia tadi lewat!
Kuingat wajah kekal-Nya
kukenal pandang keledai-Nya

Ke mana pun Ia pergi
ke Granada aku diajak-Nya!

"Puisi Sitor Situmorang"
PuisiBalada Kartu Pos untuk Rendra dan Lorca dari Ladang Andalusia
Karya: Sitor Situmorang

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar