Bisnis

header ads

Puisi: Chartres Revisited (Karya Sitor Situmorang)

Chartres Revisited

Adakah cahaya mistik kaca berwarna jendelanya
akan bersinar tercurah kembali dalam mata-batin
seperti dulu 45 tahun lalu?

Ketika bersama kekasihku berdua ziarah ke mari?
Ia telah lama tiada, mati, akupun sudah uzur
menderita katarak mata rongrongan usia tua.

Kumasuki ruang katedral remang-remang
(sehari sesudah Perayaan Kebangkitan Kristus)
terlebih buram akibat mata rabun.

Bahana musik organ menyambut
berbaur bau kemenyan dibakar
dan cahaya ratusan lilin.

Perayaan komuni sedang dipersiapkan
Kuresapkan kekhidmatan peziarah
di antara turis mancanegara

Suara organ lenyap mendadak
Aku pun menengadah, mengangkat pandang,
tertadah ke bubungan atap katedral
berharap memandang keajaiban cahaya
warna-warni gambar kisah injil,
tercurah, bakal melimpah-ruah dalam mata.

Yang nampak keburaman semata,
sejuta pecahan cahaya silau di selaput mata!
‘Kulupa menderita katarak usia tua!

Kepalaku kutundukkan menatap
membiasakan pandang pada cahaya lilin.
Kubeli satu. Kunyalakan

atas nama kekasihku yang sudah mati
dan keyakinannya sebagai pemeluk teguh,
atas nama kepasrahan usia tua

sejenak bahagia mengenang
cahaya melimpah-ruah, pernah tercurah
pada selaput mataku

kini tersimpan
dalam mata-batin terdalam
bersama sinar wajah pemeluk teguh,

kekasih yang sudah lama mati.

"Puisi Sitor Situmorang"
PuisiChartres Revisited
Karya: Sitor Situmorang

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar