Bisnis

header ads

Puisi: Mungerje (Perkawinan)

Mungerje (Perkawinan)

Hentak canang membelah sepi
pelataran bumi Gayo
riak Laut Tawar bisikkan nyanyian pohon pinus
sekelompok tumpit
menari di langit ceria
amengitari iringan panjang
perjalanan pesta pora
dari titian Bale
menyeberang Krueng Peusangan
melintasi Buntul Kubu yang megah

Tiada lelah
aman mayak menyebar wangian pagi
hari ini, ia persis malem dewa
menyunting si bungsu putri khayangan
sementara Inen Sebi yang likak
tak henti berdendang
(tarentarenkope aman mayak gelah likak
edodo mayako gelah likak simulo oya)
inen mayak putri jelita
menanti iringan itu di Jongok Kebayakan
(tarentarenkope aman mayak gelah likak
edodo mayako gelah likak simulo oya)

Wahai
mereka basuh kaki dengan air tujuh bunga
di balik upuh ulenulen
mereka hirup musim depik yang ceria

Di sudut hari
Inen Sebi pun menyapun debu jalanan
sementara mereka teruskan perjalanan itu
menangkap bulan
manjat matahari
selimuti malam
raih bintang

Kamar pengantin jadi saksi
tajuk renggali tercampak
di sisi kaki ranjang permadani.

Takengon, 1986


Catatan:
  1. Tumpit: 
    burung pipit
  2. Bale:
     nama kampung di tepi danau
  3. Buntul Kubu:
     sebuah bukit di kota Takengon
  4. mayak: 
    pengantin pria
  5. Inen Sebi: 
    wanita separoh baya biasa menari Gayo
  6. Tarentarenkope aman mayak gelah likak, 
    edodo mayako gelah likak simulo oya: 
    nyanyian rakyat Gayo
  7. Inen mayak:
     pengantin wanita
  8. Jongok Kebayakan: 
    nama sebuah kampung
  9. Upuh ulenulen:
     kain adat Gayo
  10. Depik:
     musim dingin
  11. Renggali: 
    bunga khas Gayo
Puisi Fikar W. Eda
Puisi: Mungerje (Perkawinan)
Karya: Fikar W. Eda

Baca juga: Kumpulan Puisi Yang 4 Bait

Posting Komentar

0 Komentar