Puisi: Aku Tengah Melukismu (Karya Acep Zamzam Noor) Aku Tengah Melukismu Aku tengah melukismu lewat jemari angin Yang mencoreti udara dengan kwasnya yang basah Burung-burung masih bernyanyi semenjak pa…
Puisi: Mantan Musikus Jalanan (Karya Ragil Suwarna Pragolapati) Mantan Musikus Jalanan Seorang wartawan beli rokok di tokonya, baca koran eceran, mewawancarainya di bawah Bungur berbunga ungu. "Mau dikora…
Puisi: Bersama Angin (Karya Acep Zamzam Noor) Bersama Angin Bersama angin aku mengalir, merayapi Bukit dan lembah, mengisi lekuk-lekuk sunyi Subuh masih jauh dan tubuhku menggigil Bergulingan mem…
Puisi: Hujan (Karya Bakdi Soemanto) Hujan Hujan tak turun Ketika petani memerlukan air Tetapi air tetap mengucur Dari pori-pori tubuhnya Membasah pada kaos Yang sudah tiga…
Puisi: Tanah Kelahiran (Karya Idrus Tintin) Tanah Kelahiran Di sini kapal oleng-gemoleng angin tak ramah nakhoda asyik di kemudi kelasi tertimbun tali-temali penump…
Puisi: Natal bagi Musuh-Musuhku (Karya Kriapur) Natal bagi Musuh-Musuhku Aku tak mampu membeli daun-daun ini fajar dengan bangunan dari air biru membebaskan ketaklukan diriku dan merek…
Puisi: Hati (Karya Arahmaiani) Puisi Hati Perempuan berkaca mata Menyanyi sendiri Di dalam hati Musiknya detak jantungnya Perempuan berkaca mata Berpuisi sendiri …
Puisi: Natal di Gurun Pertempuran (Karya Kriapur) Natal di Gurun Pertempuran Aku tak bisa berkata-kata lagi padamu burung punya keteduhan dari sayapnya sendiri angin punya keteduhan dari s…
Puisi: Kereta Api Terakhir (Karya Mochtar Pabottingi) Kereta Api Terakhir Tak dihitung lagi matahari Ketika kereta itu bergerak. Ke dunia yang lain Cakrawala kehilangan ufuk. Orang-orang terpaku di t…
Puisi: Jalan Menuju Rumahmu (Karya Acep Zamzam Noor) Jalan Menuju Rumahmu Jalan menuju rumahmu kian memanjang Udara berkabut dan dingin subuh Membukus perbukita…
Puisi: Monumen Bambu Runcing (Karya Wiji Thukul) Monumen Bambu Runcing monumen bambu runcing di tengah kota menuding dan berteriak merdeka di kakinya tak jemu juga pedagang kaki lima berderet-deret …
Puisi: Ingin Kudengar (Karya Acep Zamzam Noor) Ingin Kudengar Ingin kudengar suaramu pada rumputan Berbisik tentang rindu. Dari putaran angkasa Kujemput getar itu Menjadi nyanyian burung-burung na…
Puisi: Sepanjang Roxas Boulevard (Karya Acep Zamzam Noor) Sepanjang Roxas Boulevard Aku terseret pendaran cahaya lampu Setelah bergelas-gelas anggur yang menawarkan sunyi Kureguk langsung dari mulut…
Puisi: Di Gerbang Kampus Itu (Karya L.K. Ara) Di Gerbang Kampus Itu Seorang setengah baya Entah dari mana datangnya Tiba-tiba berdiri Di gerbang kampus itu Ia tengadah ke langit Lalu menjerit Sua…