Tugu

Aku meninggalkanmu malam itu, seusai kita
berjalan jauh, menekuni kesunyian

dari stasion Tugu, kereta tak lagi berhenti,
menghapus semua jejak, menutup seluruh percakapan

nyanyian menjadi sayup, wajahmu pun senyap
aku hanya bisa mereka-reka pada suatu masa:

masih seperti dulukah bentuk bibirmu
menjahit kata-kata yang sobek

dan matamu yang serupa danau, masih adakah
potret kita di situ

berguling-guling di rumput, melahap sajak yang
belum dihidangkan

Aku terus membangun ingatan: sepanjang apakah
rambutmu ketika kau melambaikan tangan

sehabis kita mengulum beberapa biji salak siang itu
kau larut pada satu sudut

meneruskan percakapan yang belum usai
dan perjalanan yang belum sampai

Aku harus meninggalkanmu di Tugu malam itu,
bersama peluit kereta yang melengking panjang

lalu sunyi,
sampai air matamu memercik matahari.

Depok
8 Juni 2006
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Tugu
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Judul Puisi Sanusi Pane

Post A Comment:

0 comments: