Braga

Ia telah berjanji di braga
perempuan itu
dalam sebuah pesan akan menunggu
dengan baju warna merah
serupa gedung-gedung tua
atau lukisan-lukisan lama
ia bayangkan malam akan sedikit nakal
di antara para pejalan yang entah datang
entah pulang

“bawakan semua yang selama ini kaupendam
di braga malam tak akan cepat dijemput pagi!”

seorang yang entah dari mana
bercerita tentang kota tua
toko musik
pedagang buku
juga muasal kota kembang
seraya mengisap rokok dalam-dalam
lalu pergi begitu saja

seorang tua
di trotoar
melukis hitam putih kota lama
bangunan eropa
atau barangkali bekas bioskop
lalu merobeknya tiba-tiba

hampir separuh malam
bulan merah
ia terima lagi sebuah pesan
“sudahkah kau di braga?
bila malam telah berlalu
kau akan mengerti makna menunggu!”

ia telah berjanji di braga
perempuan itu
tak kunjung datang

Puisi: Braga
Puisi: Braga
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Ungkapan Hati Yang Terpendam

Post A Comment:

0 comments: