Banten Lama

Beribu tahun setelah benteng rubuh
ia pun mencari-cari titah sultan
batas tanah yang murung
sungai dan bekas pelabuhan
utang serta rempah-rempah
di sana sejarah tersandar
antara kenang pos, barak, dan pabrik mesiu
ia terkepung luka-luka lampau

di surosuwon. anak panah buta di gerbang melengkung
tapi sebelum derap dan pasukan
burung-burung meninggalkan tempat mandi
membasuh paruh pada genang darah
“berikan kami seribu rakyat setiap hari untuk seribu mimpi
di ujung kulon
serahkan patih pada batavia
bawa keraton ke tanah anyer...!”
dan banten bersimbah
di pintu kebencian pedang diayunkan
utusan yang tak pulang
tiba-tiba matahari disergap gelap
pedih menghitam ke udara
mengubur setiap sudut jengkal. kejayaan yang rata

beribu tahun setelah sejarah menjadi kota lama
orang-orang menarikan walijamaliha
ia pun singgah sebagai seorang yang entah
burung-burung berkabung
tapi banten. adalah napas tak terlupakan.

Puisi: Banten Lama
Puisi: Banten Lama
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu Ayah

Post A Comment:

0 comments: